KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Satu keluarga asal Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia saat berwisata glamping di kawasan Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Keempat korban ditemukan tak bernyawa di dalam tenda Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Rabu sore, 27 Mei 2026.
Korban diketahui merupakan warga asal Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Mereka adalah Muhamad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua anak mereka, Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21). Bagas diketahui merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Perancis sekaligus Ketua Unit Fotografi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Peristiwa tersebut menggegerkan warga Banyubiru. Sejak Kamis (28/5) pagi, rumah duka di RT 04 RW 08 Dusun Bendosari, Desa Kebumen, mulai dipadati para pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.
Kasatreskrim Polres Temanggung, AKBP Zamrul Aini, menjelaskan keluarga tersebut tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.05 WIB dan langsung menempati tenda glamping.
“Dan keesokan harinya saksi, yaitu Anas Mustafirin saat mengantarkan sarapan ke tenda korban sekitar jam 09.00 WIB itu sudah tidak ada jawaban dari dalam tenda. Dan sekitar jam 11.30 WIB, saksi kembali lagi ke tenda untuk bersih-bersih karena sudah mendekati waktu check out,” jelasnya.
Karena tidak ada respons maupun aktivitas dari dalam tenda, petugas glamping mulai curiga. Sekitar pukul 15.45 WIB, saksi bernama Zaki Ambali membuka tenda tersebut dan menemukan seluruh anggota keluarga sudah meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan kami, keempat korban ini meninggal dalam kondisi tangan menggenggam, dan keempatnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Sehingga dugaan awal, keempat korban ini meninggal dunia disebabkan keracunan,” terangnya.
Dugaan keracunan menguat setelah tim medis menemukan adanya busa keluar dari mulut para korban. Selain itu, korban juga diduga mengalami hipotermia. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian satu keluarga tersebut.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Banyubiru. Kerabat korban, Muhamad Faerudin (50), mengatakan Ali Munawar dikenal sebagai sosok yang baik dan dermawan di lingkungan desanya.
“Di Ambarawa mereka tinggal sehari-hari, karena mereka juga berjualan di Pasar Lanang, Ambarawa, di Kabupaten Semarang. Kalau Desa Kebumen, Banyubiru ini adalah desa asal dari kakak saya Ali Munawar, jadi setiap akhir pekan mereka sekeluarga akan tinggal di sini di Banyubiru,” jelasnya.
Menurut Faerudin, sebelum berangkat ke Posong, keluarga Ali Munawar sempat menyerahkan hewan kurban berupa kambing di desa asal mereka.
“Mereka itu dikenal dermawan sekali di desa asalnya ini, kemarin habis menyerahkan kambing kurban, yang di atas nama ibunya Ali. Mereka juga dikenal baik sama tetangga baik, sama keluarga juga baik, menyapa warga seperti biasa sehari-hari kalau mereka pas pulang di Banyubiru ini,” ungkap Faerudin.
Kabar meninggalnya satu keluarga tersebut diterima pihak keluarga pada Rabu malam. Hingga Kamis siang, jenazah keempat korban belum tiba di rumah duka karena masih menjalani proses autopsi di rumah sakit.
“Tadi malam baru dapat kabar kalau Mas Ali Munawar sekeluarga itu meninggal dunia, informasi yang sampai di kami itu meninggal karena keracunan, tapi untuk menyatakan keracunan atau tidak itu pihak rumah sakit, dan kami keluarga masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit karena sampai siang ini jenazah belum tiba di rumah duka,” imbuhnya.
Pihak keluarga mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian tragis tersebut. Mereka juga masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis terkait penyebab kematian korban.
“Ya masih menunggu hasilnya, meski kami tabah dan ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah, tapi yang jelas penyebabnya apa, ini juga masih kami tunggu, apakah betul keracunan atau ada hal-hal lain yang menyebabkan satu keluarga ini meninggal dunia,” tegasnya.
Rencananya, seluruh korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorogeni, Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, setelah jenazah tiba di rumah duka.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid






























