BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggelar lomba bakiak dan tarik tambang untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Batang, Selasa, 11 Agustus 2026, tersebut diikuti 34 tim dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang se-Kabupaten Batang.
Ketua Pelaksana Lomba sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Batang, M. Arief Rohman, mengatakan perlombaan tersebut dirancang tidak hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga memperkuat kekompakan dan persatuan antarpeserta.
“Alhamdulillah peserta berasal dari OPD dan juga dari PGRI cabang se-Kabupaten Batang dengan sebanyak 34 tim. Kami berharap kegiatan ini dapat menjalin kekompakan dan persatuan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Batang,” jelasnya.
Menurut Arief, pemilihan bakiak dan tarik tambang sebagai cabang lomba berkaitan dengan upaya mempertahankan keberadaan permainan tradisional. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), permainan tradisional dinilai tetap perlu dikenalkan kepada generasi muda.
“Kami ingin melestarikan culture heritage, warisan budaya yang kita miliki agar selalu menjadi pilihan bagi masyarakat Batang di segala generasi. Para guru ingin menjadi Cyborg Culture Guardian, yakni manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital sekaligus tetap menjaga warisan budaya leluhur,” terangnya.
Ia menjelaskan istilah cyborg yang dimaksud merupakan gambaran manusia yang mampu beradaptasi dan berintegrasi dengan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
“Cyborg yaitu manusia yang sudah terintegrasi dengan mesin-mesin digital, tetapi tetap menjaga budaya warisan leluhur yang akan kita wariskan kepada seluruh anak-anak Batang.”
Masing-masing cabang perlombaan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Untuk menyesuaikan karakteristik peserta sekaligus menjaga keselamatan, kategori lomba dibedakan berdasarkan jenis kelamin.
“Untuk menjaga keselamatan peserta, kategori perlombaan juga disesuaikan dengan karakteristik fisik. Lomba tarik tambang diperuntukkan bagi peserta laki-laki, sedangkan lomba bakiak diikuti peserta Perempuan,” ungkapnya.
Arief berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan. Ia menilai semangat kebersamaan juga penting diterapkan dalam sektor pendidikan.
“PGRI dan Dinas Pendidikan memberikan layanan pendidikan terbaik yang bermutu dan merata untuk masyarakat Kabupaten Batang. Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Masyarakat,” harapnya.
Ia menambahkan, nilai yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti selama perayaan kemerdekaan. Semangat kerja sama, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat perlu terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Batang, Muhammad Fatoni, menilai perlombaan tersebut memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi fisik.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang paling kuat atau paling cepat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan antarpegawai di lingkungan Pemkab Batang,” tuturnya.
Fatoni juga mengingatkan peserta untuk mengedepankan sportivitas dan keselamatan selama pertandingan. Menurutnya, kemenangan memang menjadi bagian dari kompetisi, tetapi nilai kebersamaan dan sikap sportif harus tetap menjadi prioritas.
Ia berharap semangat persatuan yang muncul dalam perlombaan dapat merefleksikan nilai perjuangan para pendahulu bangsa, bahwa kekuatan untuk membangun daerah maupun negara dapat tumbuh dari persatuan dan kebersamaan.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid



































