BATANG, Lingkarjateng.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menginstruksikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Bawang.
Hal itu disampaikan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, di sela-sela mengunjungi pasien korban keracunan MBG di RSUD Batang pada Kamis, 24 September 2026.
Faiz mengatakan dirinya telah melaporkan perkembangan kasus tersebut secara langsung kepada Sudaryono. Menurutnya, Kepala BGN meminta audit dilakukan secara maksimal, disertai monitoring dan investigasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.
“Saya sudah telepon Pak Sudaryono dan menyampaikan laporan kondisi ini, beliau menyampaikan tolong diaudit semaksimal mungkin Pak Bupati dan tolong juga di semua SPPG untuk dilakukan monitoring dan investigasi,” kata Faiz.
Ia menyebut hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penutupan apabila ditemukan persoalan yang memerlukan penghentian operasional.
“Kalau nanti ada yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah untuk ditutup, dipastikan oleh Pak Kepala BGN untuk ditutup,” ujarnya.
Faiz memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden keracunan tersebut. Menurutnya, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemkab Batang karena kejadian dugaan keracunan MBG dikategorikan sebagai kondisi force majeure.
“Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah masih terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, yang merupakan warga Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, merasa prihatin atas kejadian keracunan yang diduga berkaitan dengan program MBG tersebut.
Yoyok bahkan mengaku terpaksa meninggalkan agenda kunjungan kerjanya untuk melihat langsung kondisi warga di kampung halamannya yang terdampak kejadian tersebut.
“Itu tetangga saya semua. Saya prihatin banget dan cukup kaget, makanya saya langsung ke sini. Harusnya saya ada kunker, tapi saya langsung ke sini untuk melihat situasi dan kondisi di sini. Saya melakukan tugas sebagai pengawas dari pemerintah karena fungsi dari DPR salah satunya adalah untuk pengawasan dalam semua bidang,” katanya.
Yoyok juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Batang dalam menangani kasus tersebut. Ia turut mengapresiasi kesigapan Bupati Batang yang segera melaporkan kejadian dugaan keracunan itu kepada Kepala BGN.
“Saya apresiasi Mas Bupati yang langsung telfon Mas Daryono,” katanya.
Hingga Kamis, 24 September 2026, jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis mencapai sekitar 312 orang. Jumlah tersebut masih diperbarui karena sebelumnya data hingga dini hari tercatat 276 korban.
Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai bayi berusia 10 bulan hingga orang dewasa dan lanjut usia.
Editor: Muslichul Basid



























