PATI, Lingkarjateng.id – Hasil pemeriksaan laboratorium mikrobiologi terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi ratusan siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menemukan adanya kontaminasi bakteri.
Berdasarkan penelusuran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pada sampel nasi bakar ditemukan Escherichia coli (E. coli), Bacillus sp, dan Bacillus cereus. Sementara sampel orak-arik tempe juga ditemukan Bacillus sp dan Bacillus cereus.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Pati. Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut kasus tersebut, entah kemungkinan pemberian rekomendasi kepada SPPG Gembong 1.
Dirinya menegaskan bahwa penanganan dan evaluasi harus dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, DPRD juga akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait status kelanjutan SPPG usai keracunan massal yang menimpa siswa dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembung tersebut.
“Kami tetap memantau, tetap ada tindakan sesuai mekanisme. Kan ada SPPG dan BGN, kami berharap ini bisa dicarikan solusi,” ujar anggota dewan yang akrab disapa Bu Ning itu.
Ia juga mengatakan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bahan penting untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Gembong 1. Evaluasi tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama menyangkut keamanan makanan, sanitasi, serta proses pengolahan dan distribusi makanan.
“Pastikan akan kita evaluasi, sanksi pasti kami rekomendasikan karena SPPG ini vertikal,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menyatakan hasil pemeriksaan yang telah keluar baru mencakup parameter mikrobiologi. Parameter kimia masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan nantinya hasil keseluruhan akan dilakukan ekspertisi sebelum disampaikan kepada Satgas MBG Kabupaten Pati.
“Hasil lab sampel SPPG Gembong sudah keluar untuk parameter mikrobiologi. Namun parameter kimia belum keluar,” ujar Kepala Dinkes Pati, Luky Pratugas Narimo, saat dikonfirmasi Kamis, 24 September 2026.
Pihaknya mengaku Dinkes Pati belum dapat memastikan jenis bakteri yang terdapat dalam sampel makanan lantaran hasil laboratorium masih harus melalui proses ekspertisi oleh dokter spesialis.
“Untuk jenis bakteri apa, saya belum tahu persis karena saat ini hasil lab kami serahkan ke RSUD Soewondo untuk dilakukan ekspertisi oleh dokter spesialis,” jelasnya.
“Hasil lab seluruhnya beserta ekspertisi akan kami sampaikan ke pimpinan,” katanya.
Oleh karena itu, Luky belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai hasil pemeriksaan sebelum seluruh tahapan pemeriksaan dan ekspertisi selesai dilakukan.
“Teman-teman media yang membutuhkan update informasi selanjutnya dapat menghubungi Diskominfo,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Arif Febriyanto
Editor: Sekar



























