BATANG, Lingkarjateng.id – Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memastikan biaya pengobatan korban keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kecamatan Batang ditanggung pemerintah.
Kebijakan tersebut diambil karena kejadian dugaan keracunan MBG dikategorikan sebagai kondisi force majeure.
“Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah, masih terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain menangani korban, Pemkab Batang juga melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG,” terangnya.
Menurutnya, pemerintah telah berkoordinasi dengan BGN untuk monitoring, evaluasi, dan audit SPPG yang bersangkutan. Kalau ada rekomendasi penutupan dari pemerintah daerah, pihak BGN akan menutup SPPG tersebut.
“Terus terang tadi pagi saya sudah telepon Pak Sudaryono (Kepala BGN) dan menyampaikan laporan kondisi ini, beliau menyampaikan tolong diaudit semaksimal mungkin Pak Bupati dan tolong juga di semua SPPG untuk dilakukan monitoring dan investigasi, kalau nanti ada yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah untuk ditutup, dipastikan oleh Pak Kepala BGN untuk ditutup,” tegasnya.
Pengakuan Warga Ikut Jadi Korban Keracunan di Bawang gegara Konsumsi MBG Anak
Selain itu, Bupati Faiz juga memastikan korban keracunan MBG mendapatkan penanganan medis secara optimal.
Bupati Faiz turut meninjau korban yang menjalani rawat inap do RSUD Batang pada Kamis, 24 September 2026. Menurutnya, pemerintah telah memastikan ketersediaan tempat tidur, alat kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, hingga armada ambulans untuk mengantisipasi kemungkinan pasien susulan.
“Jumlah korban hingga saat ini telah mencapai kisaran 312 orang. Sebelumnya, data hingga dini hari tercatat sebanyak 276 orang dan masih terus mengalami pembaruan. Korban yang mendapatkan penanganan memiliki rentang usia yang cukup beragam, mulai dari bayi berusia 10 bulan hingga orang dewasa dan lanjut usia. Mayoritas korban mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, diare, dan lemas,” jelasnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima pemerintah, proses memasak menu MBG dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, proses pemorsian selesai sekitar pukul 09.00 WIB dan distribusi makanan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Ratusan Warga Bawang Batang Alami Mual, Pusing, dan Diare, Usai Konsumsi Makanan MBG
Namun, Bupati Faiz menegaskan informasi tersebut masih menjadi bagian dari bahan investigasi dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien susulan, tenaga kesehatan dan armada ambulans disiagakan.
“Perawat, tenaga medis, serta armada ambulans diminta tetap dalam kondisi siap memberikan pelayanan. Penanganan pasien dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas kesehatan yang tersedia. Sejumlah pasien bahkan harus ditempatkan di ruangan hingga area lorong rumah sakit karena jumlah pasien yang datang cukup banyak. Semua tenaga medis dan ambulans kita standby untuk mengantisipasi kalau ada pasien susulan,” pungkasnya.
Pemkab Batang memastikan penanganan korban menjadi prioritas, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Editor: Ulfa






























