Batang (lingkarjateng.id) – Ratusan warga penerima manfaat layanan SPPG diduga keracunan makanan usai mengkonsumsi Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami mual, pusing dan diare, pada Rabu (23/9).
Korban keracunan massal silih berganti masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Bawang sejak Rabu (23/9) siang mulai pukul 12.00 WIB hingga malam pukul 22.30 WIB. Selain itu, sebagian rawat jalan dan sebagian lagi dirujuk ke sejumlah pelayanan kesehatan lainnya seperti RSUD Kalisari, RSUD Limpung, RS QIM dan puskesmas lainnya.
Kepala Puskesmas Bawang, Ida Suryani mengatakan pasien korban dugaan keracunan berawal mengalami gejala mual, pusing dan diare. Mereka yang mengalami gejala tersebut mulai anak-anak hingga dewasa.
“Kami sudah melakukan tindakan medis, namun demikian karena yang datang ke IGD semakin banyak sehingga kita rujuk ke sejumlah rumah sakit lainnya di Batang.,” ujarnya saat di temui di kantor Puskesmas Bawang, Rabu (23/9) malam.
Ia menyebut jumlah korban yang mengalami gejala tersebut mencapai ratusan orang, bahkan jumlahnya masih bisa terus bertambah. “Yang datang ke IGD silih berganti, awalnya hanya 3 orang pada siangnya. Lalu semakin sore hingga malam jumlah terus bertambah,” tuturnya.
Ditanya terkait menu makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Pihaknya menyebut sudah mengambil sample menu MBG untuk dibawa ke Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.
“Kita sudah ambil sample makanan menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut untuk dibawa ke Laboratorium Dinkes Batang untuk dilakukan penelitian,” ucapnya.
Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, hingga Rabu malam menjadi 276 orang.
Terpisah, Wakil Bupati Batang Suyono, menyampaikan data tersebut merupakan pembaruan penanganan kasus. Sebelumnya, pemerintah daerah mencatat jumlah korban masih berada di bawah angka tersebut.
Suyono mengatakan, pendataan korban masih berlangsung sehingga jumlah tersebut masih berpotensi berubah. Pemerintah juga terus memantau kondisi warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir,” kata Suyono kepada awak media di RSUD Kalisari Batang, Rabu 23 September 2026 malam.
Dari data terbaru, korban tersebar di wilayah layanan SPPG Kecamatan Bawang. Sementara itu, SPPG tersebut tercatat memiliki sekitar 2.650 penerima manfaat.
Angka 2.650 tersebut merupakan jumlah penerima manfaat layanan SPPG, bukan jumlah korban dugaan keracunan. ***
Editor : Adi Arfian





























