Batang (lingkarjateng.id) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang bakal membentuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Hal itu menyikapi banyaknya peristiwa perlakuan kurang menyenangkan khususnya bagi kaum perempuan dan anak. Melalui, UPTD tersebut masyarakat bisa melakukan pengaduan jika mengalami kekerasan maupun sejenisnya, untuk tertangani secara cepat.
Kepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetijo mengatakan jika peran dari UPTD PPA sendiri lebih memfokuskan pada penyelesaian masalah kekerasan pada perempuan dan anak serta ragam permasalahan yang dialami oleh kalangan remaja saat ini.
“Tugas UPTD ini menerima aduan, termasuk apabila ada masukan dari masyarakat kepada pemerintah daerah, terkait perlindungan perempuan dan anak. Ini langsung bisa menghubungi UPTD PPA di nomor kontak 0812 6262 6833,” katanya, saat di SMPN 1 Batang, Selasa (3/11).
Joko berharap, pasca kegiatan ini pelajar khususnya putri lebih memiliki keberanian dalam menyikapi apabila terjadi kekerasan seksual atau lainnya dengan langsung melaporkan ke UPTD PPA. “Termasuk bagi anak yang kesulitan belajar, bisa diadukan agar ditemukan solusi terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PPA DP3AP2KB Batang Khotik Mulyaningrum menyebut dengan hadirnya UPTD PPA Menyapa, merupakan upaya untuk mendekatkan layanan terhadap sasaran baik guru maupun siswa-siswi untuk mengedukasi dan memberikan penyelesaian.
“Mereka akan tahu ketika terjadi kekerasan, baik oleh korban maupun saksi atau pelapor dan pelopor. Bukan cuma korban, tapi mereka yang melihat peristiwa itu pun bisa melapor, dengan mengamankan diri, menyimpan barang bukti dan melapor ke UPTD PPA,” jelasnya.
Diakuinya, di 2025 lalu permasalahan didominasi oleh Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebesar 49 persen. Sedangkan hingga Oktober 2026 permasalahan yang mendominasi kekerasan seksual sebayak 45 kasus.
“Semoga setelah hadirnya UPTD PPA ini anak yang mengalami tindak kekerasan, tidak takut untuk melaporkan kepada kami. Atau pun orang yang dipercaya, agar segera tertangani,” harapnya. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Ady Arfian
































