PURBALINGGA, Lingkarjateng.id – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Purbalingga sukses menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Piala PBSI Purbalingga 2026 di GOR Sasana Krida Perwira selama tiga hari, pada Jumat-Minggu, 7-8 Agustus 2026.
Kejuaraan yang dipimpin Ketua PBSI Kabupaten Purbalingga, Karsono, yang juga merupakan Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, tersebut digelar sebagai upaya mencetak talenta muda berprestasi di bidang olahraga terus dilakukan di Kabupaten Purbalingga.
Karsono mengatakan, Kejurkab menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi rutin dibutuhkan untuk mengasah kemampuan sekaligus mental bertanding para atlet muda.
“Fokus utama kita di PBSI adalah memastikan pembinaan berjalan berjenjang dan berkelanjutan. Turnamen berkala seperti Kejurkab ini adalah wadah wajib agar mental bertanding dan kemampuan atlet muda kita terus terasah,” kata Karsono.
Ia menambahkan, PBSI Purbalingga juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap atlet-atlet potensial agar mampu berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
“Sebagai perpanjangan tangan masyarakat di DPRD, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa talenta-talenta berbakat dari Purbalingga ini mendapat dukungan penuh. Kita ingin Purbalingga tidak hanya sekadar ikut serta, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi gudang pencetak atlet nasional,” ujarnya.
Karsono menilai, pembinaan atlet perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Ia berharap Purbalingga memiliki gedung olahraga yang secara khusus diperuntukkan bagi olahraga bulutangkis.
Menurutnya, GOR Sasana Krida Perwira saat ini masih berstatus sebagai gedung multiguna sehingga pemanfaatannya untuk latihan bulutangkis secara intensif belum optimal.
“Kami sudah melakukan pengukuran di GOR Mahesa Jenar dan berharap ke depan bisa direalisasikan menjadi arena bulutangkis permanen,” ungkapnya.
Kejurkab Bulutangkis Piala PBSI Purbalingga 2026 mendapat antusiasme tinggi. Berdasarkan data panitia, turnamen utama diikuti 314 peserta yang terbagi dalam berbagai kategori kelompok umur, dewasa hingga veteran.
Selain itu, sebanyak 96 peserta turut ambil bagian dalam nomor eksibisi Fun Game yang digelar pada hari penutupan.
Total terdapat 41 kategori pertandingan yang dipertandingkan, mulai dari kelompok pra-usia dini hingga kategori ganda veteran untuk peserta berusia 50 tahun ke atas.
Penanggung Jawab Turnamen, Untung Priyanto, mengatakan Kejurkab menjadi ajang untuk memantau sekaligus menyaring atlet-atlet potensial dari Purbalingga.
Menurutnya, kualitas pembinaan bulutangkis di Purbalingga menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah atlet muda asal daerah tersebut bahkan mulai dilirik dan direkrut klub-klub besar di tingkat nasional, salah satunya Jaya Raya.
Hal senada disampaikan pelatih PB Sinar Mutiara, Tri Susanto. Ia menilai kemampuan rata-rata atlet muda Purbalingga mengalami peningkatan dan mulai mampu bersaing di tingkat provinsi.
Menurut Tri, kedisiplinan serta keberanian atlet dalam menjalani program latihan menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan prestasi.
Pada akhir kompetisi, sejumlah klub pembinaan lokal berhasil meraih podium di berbagai kategori. Di antaranya BINA TANGKIS, PB Sinar Mutiara, SPORTIF, dan BINTER.
Kejurkab Bulutangkis Piala PBSI Purbalingga 2026 ditutup pada Minggu, 9 Agustus 2026 dengan penyerahan piala dan sertifikat kepada para pemenang.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network


































