BLORA, Lingkarjateng.id – Proyek Jembatan Merah Putih di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora terus dilanjutkan Kodim 0721/Blora bersama masyarakat setempat di tengah momen iduladha pada Kamis, 28 Mei 2026.
Percepatan pembangunan jembatan dengan konstruksi armco atau baja itu sedang tahap pengecoran dinding pembatas jembatan.
Diketahui, jembatan merah putih, merupakan proyek yang dikerjakan gotong royong antara TNI dan masyarakat sebagai wujud sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mengatakan pengecoran dinding pembatas merupakan tahapan penting guna memperkuat konstruksi jembatan agar tetap kokoh dan aman.
“Pengecoran dinding pembatas merupakan hal utama saat menghadapi peningkatan debit air pada musim penghujan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pembangunan Jembatan Merah Putih menggunakan armco tersebut memiliki spesifikasi panjang mencapai 28 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 3,5 meter.
“Jembatan ini menjadi akses penghubung bagi tiga desa, yakni Desa Sambongwangan, Desa Gembyungan, dan dusun Banyuurip Desa Kepoh, Kecamatan Randublatung,” katanya.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas perekonomian warga di wilayah setempat.
“Jumlah penerima manfaat dari pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar 1.200 jiwa,” katanya.
Pembangunan jembatan ini juga diharapkan dapat mempermudah akses transportasi masyarakat, serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan aktivitas warga.
“Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis pembangunan Jembatan Aramco dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi kelancaran transportasi serta perekonomian warga,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono





























