Demak (lingkarjateng.id) – Gerakan peduli lingkungan, khususnya di kawasan pesisir, terus diwujudkan melalui aksi penanaman mangrove. Hal ini sebagai langkah nyata menyelamatkan pesisir Demak, sebagai sarana edukasi kesadaran lingkungan bagi para pelajar sejak dini.
Aksi penanaman mangrove digelar di kawasan pesisir Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak tersebut diinisiasi oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak.
Aksi SIGAP Peduli (Sinergi Jaga Lingkungan Pesisir Melalui Edukasi Praktik Baik Bakti Pendidikan) ini melibatkan ratusan pelajar mulai jenjang SD hingga SMA sederajat, para guru, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat.
Panitia kegiatan juga Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, Setya Nugroho, mengatakan bahwa upaya penyelamatan kawasan pesisir harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
“Sikap peduli terhadap penyelamatan pesisir kami praktikkan melalui edukasi dan penanaman mangrove yang melibatkan peserta didik mulai dari jenjang SD hingga SMA sederajat. Ini komitmen bersama dengan mengedepankan kolaborasi berbagai pihak agar kondisi lingkungan di Demak semakin baik ke depannya,” ujar Setya, baru baru ini.
Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari kontribusi dunia pendidikan serta masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir Demak yang saat ini menghadapi ancaman abrasi dan penurunan muka tanah.
“Usaha ini adalah bagian kecil dari segmen masyarakat untuk ikut peduli terhadap lingkungan, khususnya untuk penyelamatan kawasan pesisir Demak. Salah satunya edukasi kepada masyarakat melalui penanaman dan pelestarian mangrove,” tuturnya.
Ia menyebut, aksi ini diikuti lebih dari 700 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, komunitas lingkungan, serta kelompok pemuda turut ambil bagian. Mereka bersama-sama menanam sekitar 2.500 bibit mangrove di kawasan pesisir.
“Sekitar 700 lebih siswa mulai jenjang SD hingga SMA sederajat yang ikut serta dalam kegiatan ini. Sekitar 2.500 tanaman mangrove yang kita tanam. Kami juga sangat mengapresiasi antusias para siswa yang ikut dalam kegiatan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian pesisir.
“Pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, terutama kalangan pelajar, maka semakin besar harapan kita untuk menjaga pesisir Demak tetap lestari bagi generasi mendatang,” kata Mulyanto.
Melalui aksi penanaman mangrove tersebut, kawasan pesisir Demak, khususnya di wilayah Desa Babalan diharapkan semakin terlindungi dari ancaman abrasi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan terus berlanjut sebagai upaya penyelamatan pesisir Demak berkelanjutan.***
Jurnalis : Burhan Aslam
Editor : Redaksi































