KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada warga Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Selasa, 26 Mei 2026. Sapi jenis Simmental bernama Untung Rahardjo itu memiliki bobot mencapai 1,048 ton.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang dan Forkopimcam Sumowono. Hewan kurban tersebut disalurkan melalui Masjid Baitul Muttaqin Desa Duren.
Ngesti mengatakan sapi bantuan Presiden Prabowo dibeli dari peternak lokal di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dengan nilai mencapai Rp103 juta.
“Untuk nilai dari sapi persembahan dari Bapak Presiden Prabowo tersebut ialah mencapai Rp103 juta, yang kemudian sapi ini kami serahkan ke warga Desa Duren, melalui Masjid Baitul Muttaqin di desa setempat,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Semarang.
Menurut Ngesti, Desa Duren dipilih sebagai lokasi penerima bantuan karena berada di wilayah pinggiran Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Temanggung. Selain itu, desa tersebut juga dinilai rawan bencana dan cukup jauh dari pusat kota.
“Memang kami yang usulkan, bahwa Desa Duren di Sumowono ini menjadi lokasi penerima bantuan hewan kurban dari Bapak Presiden karena lokasinya yang sangat jauh dari pusat kota di Kabupaten Semarang. Desa Duren di Sumowono ini wilayah paling pinggir di Kabupaten Semarang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi geografis Desa Duren yang berada di lereng Gunung Ungaran dengan akses jalan menanjak, berkelok, serta kontur tanah labil menjadi perhatian pemerintah daerah.
Desa Duren diketahui memiliki empat dusun dengan jumlah sekitar 270 kepala keluarga. Berdasarkan ketentuan dari Sekretariat Presiden, lokasi penerima bantuan sapi kurban diprioritaskan untuk wilayah yang belum pernah menerima bantuan serupa dan berada di kawasan kurang mampu.
Selain itu, warga setempat disebut jarang melaksanakan kurban sapi sehingga dinilai sesuai dengan kriteria penerima bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Ngesti juga menyampaikan kebanggaannya karena sapi bantuan Presiden berasal dari peternak Kabupaten Semarang yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi pedaging dan sapi perah di Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertanikap Kabupaten Semarang, Yohana Diah Haryuni, mengatakan sapi tersebut telah dipersiapkan sejak satu bulan terakhir dengan pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian obat cacing, serta vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Dan di Desa Duren ini selain rekomendasi dari Bapak Bupati Semarang, juga merupakan daerah yang tidak pernah memotong hewan kurban, khususnya sapi. Sehingga sapi Untung Rahardjo ini diserahkan ke warga Desa Duren,” imbuhnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid

































