PATI, Lingkarjateng.id – Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) mengeluhkan renovasi Alun-Alun Kembangjoyo yang selalu diundur sejak 2024.
Ketua paguyuban PKL Pati, Tukul, menilai pemerintah tidak memberikan perhatian pada nasib PKL di Alun-Alun Kembangjoyo. Menurut dia hal itu tidak sejalan dengan pemerintah yang menjanjikan renovasi dan penataan di sentra kuliner tersebut.
“Setiap tahun anggaran mulai 2024 katanya bilang mau dibangun, ternyata diundur 2025 sampai lapak-lapak yang di-tengah itu dibongkar karena 2025 mau dibangun. Pak Bupati di 2026 bilang bakal dibangun. Terus ada berita yang bilang bahwa 2026 tidak ada agenda untuk membangun Kembangjoyo,” kata Tukul pada Senin, 19 Januari 2026.
Alun-alun Kembangjoyo Batal Direvitalisasi 2026, Ini Kata Bupati Pati
Tukul mewakili PKL juga menyampaikan bahwa kondisi Alun-Alun Kembangjoyo saat ini sudah tidak layak. Lampu penerangan mati, los kios rusak, serta akses jalan yang sering tergenang air saat hujan turun.
Pihaknya juga menyinggung adanya Peraturan Daerah (Perda) yang melarang PKL berjualan di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati. Menurutnya, larangan tersebut seharusnya diimbangi dengan penataan kawasan baru yang memadai, sehingga apa yang dilarang harus bisa digantikan oleh pemerintah.
“Padahal kondisi saat ini tidak layak, lampu penerangan mati semua. Yang rencana mau dibuat alun-alun rumputnya banyak sekali, tidak terurus. Kita sudah mematuhi Perda, tetapi tidak ada, kita kan mencari nafkah untuk keluarga,” tambahnya.
Bupati Sudewo Bakal Bangun Bundaran Demi Hubungkan Kota Pati dan Kembangjoyo
Sebelumnya Bupati Pati Sudewo menyatakan pada Senin, 5 Januari 2026 tidak ada renovasi Alun-Alun Kembangjoyo 2026.
Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih fokus pada pekerjaan infrastruktur karena anggaran terbatas imbas pengurangan transfer ke daerah (TKD).
“Alun-alun Kembangjoyo belum ada rencana renovasi disana. Di tahun 2026 belum ada rencana, tapi nanti di tahun 2027 kita lihat kondisi fiskal Kabupaten Pati,” ungkapnya, Senin, 5 Januari 2026.
Sementara itu pada Rabu, 2 Juli 2025 Bupati Sudewo mengatakan akan merenovasi kawasan alun-alun tersebut. Rencana revitalisasi tersebut juga mencakup penataan Pasar Yaik dan pembangunan bundaran penghubung Alun-alun Kembangjoyo dengan Kota Pati.
“Bundaran ini tidak hanya untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga akan menjadi simbol integrasi antara pusat kota dengan Kembangjoyo. Nantinya juga akan ada landmark berupa patung di tengah bundaran,” kata Bupati, Rabu, 2 Juli 2025.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa
































