SEMARANG, Lingkarjateng.id – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang bergerak cepat melakukan perbaikan jalan di Jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan, yang mengalami kerusakan usai diterjang banjir pada Jumat malam, 15 Mei 2026.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan kerusakan aspal terjadi akibat genangan air dengan intensitas tinggi yang melanda sejumlah titik di Kota Semarang.
Menurutnya, aspal yang mengelupas langsung ditangani dengan metode pemotongan dan pengupasan satu blok sekaligus agar proses perbaikan lebih maksimal.
“Iya kan namanya aspal kalau kena air sama banjir ya bisa mengelupas. Kemarin itu kerusakannya pencar-pencar, jadi sekalian kita kupas satu blok agar penanganannya lebih optimal,” ujarnya saat dihubungi Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menegaskan kerusakan tersebut bukan disebabkan kualitas aspal yang buruk ataupun ketebalan yang tidak sesuai standar. Sebab, konstruksi jalan sebelumnya telah menggunakan lapisan pengaspalan sesuai spesifikasi umum.
“Kalau pengaspalan itu kan lapisannya macam-macam, mulai agregat, AC base, sampai AC-WC yang halus di bagian atas. Itu standar pengaspalan biasa,” jelasnya.
Suwarto menyebut kondisi jalan di lokasi terdampak sebenarnya sudah cukup lama. Bahkan, lapisan atas aspal disebut telah ada sejak sebelum tahun 1990-an.
Meski demikian, tingginya curah hujan beberapa hari lalu membuat sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah. Berdasarkan data BMKG, intensitas hujan saat kejadian mencapai lebih dari 150 milimeter.
“Ini memang di luar prediksi semuanya karena curah hujannya di atas 150 milimeter,” katanya.
DPU Kota Semarang pun langsung melakukan penanganan darurat dengan memotong bagian aspal yang rusak menggunakan cutter sebelum dilakukan pengaspalan ulang.
“Yang mengelupas kemarin sudah kita potong, kita cutter, lalu kita aspal ulang. Tinggal sedikit lagi, kemungkinan besok pagi dilanjutkan,” ucapnya.
Selain kerusakan jalan, DPU juga menemukan persoalan pada saluran air yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras terjadi. Bahkan terdapat saluran yang tertutup material galian C di sekitar kawasan SMP Negeri 16 Semarang.
“Kemarin ada saluran yang tertutup material galian C, jadi aliran air tersumbat. Itu langsung kita bongkar dan bersihkan,” ungkapnya.
Ia memastikan perbaikan jalan maupun normalisasi saluran air akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Perbaikan terus kita lakukan, baik yang menjadi kewenangan DPU maupun penanganan saluran air,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid






























