KENDAL, Lingkarjateng.id – Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 48 gedung Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kendal selesai dibangun dan siap dioperasionalkan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Merah Putih secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui zoom meeting di Koperasi Desa Merah Putih Desa Cepiring, Sabtu, 16 Mei 2026.
Bupati Tika mengatakan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kendal terus menunjukkan progres positif. Dari total 286 desa dan kelurahan yang direncanakan, saat ini 48 gedung telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Sementara 117 lainnya masih dalam tahap proses pembangunan.
“Di Kendal, gedung Koperasi Merah Putih yang sudah terbangun ada 48 titik. Kemudian yang masih berproses ada 117 titik,” ujarnya.
Selain itu, terdapat 11 lokasi yang lahannya sudah memenuhi syarat karena tidak masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) maupun Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Namun demikian, lokasi tersebut masih menunggu proses input melalui portal Agrinas.
Bupati Tika berharap seluruh target pembangunan koperasi di Kendal dapat terealisasi sehingga manfaat koperasi benar-benar dirasakan masyarakat desa maupun kelurahan.
“Harapannya dari 286 Koperasi Merah Putih di Kendal nanti bisa terbangun semua,” katanya.
Sejumlah Pembangunan koperasi di wilayah kelurahan masih menghadapi kendala status lahan yang masuk kawasan LP2B. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kendal harus mengajukan rekomendasi kepada Kementerian ATR/BPN pusat agar lahan tersebut dapat dikeluarkan dari status LP2B.
“Kalau lahannya masih LP2B, di portal Agrinas bisa tertolak. Harapannya proses rekomendasi dari pusat ini bisa segera selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim Kendal, Ade Sohali, menyampaikan bahwa dari 286 desa dan kelurahan di Kendal saat ini sudah ada 163 titik yang masuk dalam portal pembangunan koperasi.
“Dari 163 titik itu, yang sudah terbangun 100 persen ada 48 titik, sedangkan sisanya masih dalam progres pembangunan,” jelasnya.
Menurutnya, masih ada sekitar 121 titik yang terkendala persoalan lahan. Kendala tersebut antara lain lahan yang masuk kawasan LP2B, LSD, hingga lahan yang masih berdiri bangunan di atasnya.
Ia menyebutkan pihaknya bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi agar proses penyediaan lahan bisa segera diselesaikan. Khusus untuk wilayah kelurahan di Kecamatan Kendal, hingga kini masih terkendala belum tersedianya lahan siap bangun.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda. Nantinya aset-aset milik pemerintah daerah akan dievaluasi untuk kemungkinan bisa dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan koperasi,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























