Semarang (lingkarjateng.id) – Kembali terjadi lagi, sebuah truk boks bermuatan paket mengalami kecelakaan di tanjakan Silayur atau Jalan Prof Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB tersebut, bermula truk yang melaju dari arah Surabaya menuju Mijen diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya meluncur mundur dan menghantam SPBU Silayur.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani kecelakaan tersebut, dengan melibatkan petugas gabungan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Dari informasi yang diperoleh, insiden melibatkan sebuah truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun melaju dari arah Surabaya menuju wilayah Boja, Kabupaten Kendal.
Kendaraan truk ekspedisi tersebut diduga mengalami gagal menanjak dan sempat kehilangan tenaga saat melintas di tanjakan Silayur yang dikenal memiliki kontur panjang dan tingkat kemiringan cukup ekstrem.
Truk kemudian meluncur mundur hingga melewati median jalan dan berhenti di area sekitar SPBU Silayur. Meski sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan mengundang perhatian pengguna jalan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Semarang, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan seperti kawasan Silayur.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Begitu menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak untuk melakukan pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, dan penanganan kendaraan agar situasi segera kembali normal,” ujarnya, Rabu (13/5).
Menurutnya, koordinasi cepat antara Dinas Perhubungan, aparat kepolisian, serta unsur terkait menjadi langkah penting agar dampak kecelakaan tidak meluas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar pada jam-jam awal mobilitas pagi.
Agustina juga menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk melakukan evaluasi menyeluruh bersama Satlantas Kepolisian dan pihak terkait lainnya guna memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan kecelakaan di kawasan Silayur.
Ia menilai jalur tersebut memerlukan perhatian khusus mengingat kerap dilalui kendaraan angkutan barang dengan tonase besar, sementara kondisi geometrik jalan memiliki tanjakan panjang yang membutuhkan kesiapan teknis kendaraan maupun keterampilan pengemudi.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, truk diduga mengalami gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi saat berada di tanjakan.
Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kota Semarang bersama aparat kepolisian langsung melakukan pemeriksaan teknis kendaraan, termasuk pengecekan sistem pengereman, kondisi mesin, hingga status uji KIR kendaraan di lokasi kejadian.
“Truk tersebut bermuatan sekitar 4 ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun penguasaan kendaraan dan kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting ketika melewati jalur dengan karakteristik seperti Silayur,” jelas Danang.
Ia menambahkan, Dishub Kota Semarang selama ini telah menempatkan personel pengawasan di kawasan Silayur, terutama pada jam-jam rawan kendaraan berat melintas. Namun ke depan, pengawasan akan diperkuat melalui sistem pemantauan permanen.
Sebagai langkah jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas, Pemerintah Kota Semarang kini tengah mematangkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur.
Pos tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sistem Early Warning System (EWS), kamera pengawas, serta pengawasan selama 24 jam.
Melalui pos tersebut, setiap kendaraan angkutan barang yang melintas akan menjalani pemeriksaan dokumen kendaraan, status uji KIR, hingga pengecekan fisik kendaraan secara langsung sebelum memasuki jalur tanjakan.
Pemeriksaan itu diharapkan dapat mempersempit potensi kecelakaan akibat kendaraan tidak laik jalan maupun faktor kelalaian teknis lainnya.
Selain penguatan pengawasan, Pemkot Semarang juga terus mendorong edukasi perusahaan angkutan dan para pengemudi terkait pentingnya kesiapan kendaraan, teknik berkendara di jalur ekstrem, serta disiplin dalam mematuhi standar keselamatan transportasi.***
Jurnalis : Syahril Muadz
Editor : Fian































