KUDUS, Lingkarjateng.id – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak para guru di Kudus menguasai keterampilan coding untuk menyiapkan generasi muda melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Harus dikawal, di era digital ini guru juga harus menguasai coding, sehingga generasi penerus benar-benar siap menghadapi dunia digital,” ujar Sam’ani saat menghadiri pelatihan coding bagi guru, di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Minggu, 5 Oktober 2025.
Sam’ani menilai pelatihan coding bagi guru menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi.
Ia pun mendorong agar pelatihan serupa terus berkelanjutan dan didukung fasilitas memadai di sekolah-sekolah.
Pelatihan coding tersebut diikuti 40 guru SD, SMP, dan SMA sederajat dari Kabupaten Kudus dan Demak. Kegiatan ini diinisiasi Yayasan Dharma Bakti Lestari sebagai upaya memperkuat kapasitas guru dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Para peserta dibekali modul coding berbasis perangkat fisik yang dikemas dalam bentuk permainan puzzle.
Modul tersebut dirancang agar memudahkan siswa memahami alur berpikir coding tanpa harus terbebani dengan rumitnya algoritma maupun bahasa pemrograman komputer.
Direktur Eksekutif Yayasan Dharma Bakti Lestari, Ahmad Baidhowi, menjelaskan bahwa metode pembelajaran coding ini telah diterapkan di 22 negara.
Menurutnya, pendekatan berbasis puzzle mampu menjadikan coding lebih sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak-anak.
“Sudah ada modul dengan bahasa yang sangat mendasar, berbentuk perangkat fisik dan permainan puzzle untuk membentuk alur berpikir siswa. Dengan begitu, guru tidak lagi kesulitan mengenalkan koding,” kata Baidhowi.
Salah satu peserta, Wuki Nur Fika, mengaku materi coding merupakan hal baru bagi banyak guru.
Ia berharap penguatan kapasitas ini dapat berlanjut agar para pendidik lebih siap mengajarkan coding di kelas.
“Meski masih terkendala sarana dan prasarana, pembekalan ini membuka wawasan baru bagi guru untuk lebih akrab dengan dunia digital,” tukasnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa

































