SEMARANG, Lingkarjateng.id – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang menghentikan sementara operasional lantaran dana dari pemerintah pusat belum cair. Informasi penghentian sementara tersebut beredar di berbagai grup WhatsApp orang tua siswa.
Salah satunya, SPPG Patemon di Gunungpati mengumumkan operasional dapur pada 14 November 2025 menjadi hari terakhir sebelum dihentikan sementara mulai 15 November 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Semarang, Resa Oktavia, membenarkan adanya kendala perihal pencairan dana dari pusat.
“Saat ini memang ada kendala pencairan dari pusat yang berdampak pada beberapa SPPG di seluruh wil Indonesia karena ada penataan administrasi,” ujarnya saat dihubungi di Kota Semarang, Selasa, 18 November 2025.
Namun, Resa menegaskan bahwa kendala ini telah dilakukan evaluasi dan ditargetkan rampung minggu ini.
“Namun per hari Senin, sudah diatasi secara bertahap, dan insyaallah minggu ini sudah diselesaikan semua,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Sodri, mengaku belum mengetahui adanya informasi mengenai keterlambatan dana yang diterima pengelola SPPG.
“Menurut informasi dari BGN (Badan Gizi Nasional), biasanya pencairan dana untuk penyedia itu rata-rata dua minggu hingga satu bulan. Saya belum mendapat laporan resmi soal berapa lama dana yang belum cair dalam kasus ini,” ujarnya.
Sodri menyebut, mekanisme kerja SPPG adalah menyediakan makanan terlebih dahulu, kemudian pembayaran dirapel setelah dana dari pusat turun.
Sehingga, jika ada keterlambatan pembayaran, penyedia yang memiliki modal terbatas bisa terdampak dan menghentikan sementara operasional.
Sejauh ini, kata Sodri, DPRD belum menerima laporan resmi dari pihak terkait.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan keterlambatan dipengaruhi proses administrasi atau komunikasi antara pusat, yayasan, dan penyedia.
“Jadi kita di DPRD juga turut mengawasi, namun kalau soal administrasi keuangan itu langsung dari pusat,” ujarnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid
































