SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sementara Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, mengusulkan car free night menjadi agenda reguler yang rutin digelar tiap akhir pekan atau weekend. Hal itu bertujuan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisatawan ke Salatiga.
“Kalau kegiatan menjadi reguler, akan menarik orang dari daerah lain untuk datang ke Salatiga. Kegiatan ini juga akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” katanya saat menghadiri Car Free Night and Culture Night Carnival OMB UKSW Salatiga di Jalan Diponegoro pada Sabtu malam, 21 September 2024.
Dia menyatakan, car free night bisa dikolaborasikan dengan kegiatan berbagai instansi.
“Contoh, seperti Car Free Night dan Culture Night Carnival OMB UKSW Salatiga, ini mengungkit peningkatan ekonomi,” katanya.
Menurutnya, car free night tak hanya menjadi tempat hiburan baru bagi masyarakat, tapi juga menjadi ladang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Lihat saja, ini ada puluhan UMKM. Terus orang datang ke acara ini mencapai ribuan. Tentunya perputaran uang di acara ini sangat tinggi. Karena itu, kalau bisa car free night menjadi agenda reguler,” ujarnya.
Rektor UKSW Salatiga, Intiyas Utami, menyampaikan dengan diselenggarakannya kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak pada perekonomian masyarakat Kota Salatiga.
“Kami juga berkolaborasi dengan UMKM di Kota Salatiga sehingga kegiatan ini tidak hanya dinikmati civitas academica UKSW, tetapi juga oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, salah satu sorotan dalam karnaval ini adalah parade senjata nusantara yang mengusung tema “Get Your Sword and Strive”. Parade ini diikuti oleh 20 etnis yang memamerkan fashion show dengan replika senjata tradisional sambil menceritakan narasi baju adat serta sejarah senjata tersebut.
Beberapa etnis tersebut diantaranya Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga (PERKKASA), Komunitas Mahasiswa Perantauan Lampung di Kota Salatiga (K’MPLANG), Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Maluku Salatiga (HIPMMA), Parsadaan Horja Batak Toba Salatiga (PARHOBAS), Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Papua Barat (HIMPAR), Keluarga Besar Bali di Salatiga (KBBS), Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS), Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (IMASULTRA), dan lainnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)






























