PATI, Lingkarjateng.id – Posko pengaduan jalan rusak yang dibuka Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) terus menerima laporan dari warga. Hingga Senin, 1 Juni 2026 sudah 20 laporan kerusakan jalan yang masuk dari 13 kecamatan di Kabupaten Pati.
Koordinator Germap, Cahya Basuki atau Yayak Gundul, menyebut meningkatnya jumlah laporan menunjukkan masyarakat mulai peduli terhadap kondisi infrastruktur di daerahnya.
“Alhamdulillah, dari semua ini kami meyakini bahwa masyarakat mulai peduli. Karena masyarakat ini tiap hari ada yang datang saat posko buka,” ujar Yayak.
Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jalan rusak yang dinilai membahayakan pengguna jalan maupun menghambat aktivitas warga.
Dari seluruh laporan yang diterima, jumlah aduan terbanyak datang daru Kecamatan Margorejo. Kerusakan jalan di wilayah tersebut dilaporkan berada di ruas Sukokulon–Jimbaran, Bumirejo arah Tambakan, kawasan Perumahan Green Land 3 dan 8, serta jalan Gemiring–Matarang.
Sementara laporan lain tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya jalan alternatif Tebing–Durensawit atau jalur pasar menuju rumah sakit di Kecamatan Sukolilo, jalan Tlogorejo dekat masjid di Kecamatan Tlogowungu, jalan antarkecamatan Juwana–Tayu–Geneng, hingga jalan depan RS Kayen.
Warga juga melaporkan kerusakan di jalan Bumiharjo arah Sumbermulyo di Kecamatan Winong, jalan Pucakwangi–Winong tepatnya di Desa Plosorejo, jalan mulai Jembatan Penanggungan hingga satu kilometer ke utara di Kecamatan Gabus, serta jalan dari lampu merah terminal arah Sleko menuju Gabus di Kecamatan Pati.
Selain itu, terdapat laporan jalan rusak Kedungsari–Pandean di Kecamatan Tayu, jalan Ngablak–Ketangen di Kecamatan Gembong, jalan Lahar–Jasem di Tlogowungu, jalan Sugihan–Goyangan di Winong, jalan Tugu Ireng arah timur menuju Bringin di Gabus, hingga jalan alternatif Suwaduk menuju Pasar Trangkil di Kecamatan Wedarijaksa.
Laporan terbaru juga datang dari Kecamatan Tambakromo, tepatnya di ruas Jalan Pasar Tambakromo menuju Desa Mojomulyo.
Germap Audiensi ke DPUTR
Germap berencana membawa seluruh laporan tersebut dalam audiensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati pada Selasa, 2 Juni 2026. Sejumlah warga pelapor disebut akan ikut hadir menyampaikan langsung keluhan mereka.
“Besok kita akan adakan audiensi dengan DPUTR. Dari pelapor ini katanya besok juga mau datang. Mudah-mudahan tidak ada hambatan,” kata Yayak.
Seluruh peserta audiensi diminta berkumpul terlebih dahulu di Posko Germap yang berada di gerbang barat Kantor DPRD Pati.
Dalam audiensi tersebut, Germap juga mengundang Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Ketua DPRD Ali Badrudin, Kapolresta Pati Jaka Wahyudi, dan Kejaksaan. Yayak menilai persoalan jalan rusak tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan masyarakat.
“Semoga mereka hadir, karena ini benar-benar untuk rakyat. Jalan berlubang itu membahayakan. Jadi mereka harus paham kalau jalan lubang itu PR-nya bareng-bareng,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan pihak kepolisian terkait potensi kecelakaan akibat jalan rusak yang tidak segera ditangani. Menurutnya, apabila masyarakat sudah melapor namun belum ada perbaikan hingga menimbulkan korban, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab.
“Makanya saya undang kepolisian itu biar sebelum hujan sedia payung. Jangan setelah hujan baru sibuk bawa payung,” lanjutnya.
Selain kepolisian, kejaksaan juga diminta hadir untuk membahas kemungkinan sanksi terhadap penyelenggara negara yang dianggap abai terhadap keselamatan masyarakat akibat kerusakan jalan.
Germap akan meminta agar Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra gerak cepat dalam melakukan perbaikan jalan sebelum jatuh korban jiwa. Terutama, terhadap jalan-jalan yang jadi aduan warga di Posko Germap.
“Kami akan meminta jalan-jalan rusak yang diadukan warga di Posko ini agar menjadi prioritas untuk diperbaiki. Karena butuh keberanian untuk melaporkan jalan rusak itu kemari,” pungkasnya.
Berikut 20 jalan rusak di Pati yang diadukan masyarakat ke Posko Germap:
- Jalan alternatif Tebing–Durensawit (jalan pasar menuju rumah sakit) di Kecamatan Sukolilo.
- Jalan Tlogorejo dekat masjid di Kecamatan Tlogowungu.
- Jalan antarkecamatan Juwana–Tayu–Geneng di Kecamatan Juwana.
- Jalan depan Rumah Sakit Kayen di Kecamatan Kayen.
- Jalan Desa Bumiharjo arah Sumbermulyo di Kecamatan Winong.
- Jalan antarkecamatan Pucakwangi–Winong, tepatnya di Desa Plosorejo, Kecamatan Pucakwangi.
- Jalan mulai dari Jembatan Penanggungan hingga 1 kilometer ke utara di Kecamatan Gabus.
- Jalan di perempatan lampu merah terminal arah Sleko Pati menuju Gabus di Kecamatan Pati.
- Jalan rusak dari Desa Kedungsari menuju Desa Pandean di Kecamatan Tayu.
- Jalan Desa Ngablak–Ketangen di Kecamatan Gembong.
- Jalan masuk Desa Sukokulon–Jimbaran di Kecamatan Margorejo.
- Jalan Desa Bumirejo arah Desa Tambakan di Kecamatan Margorejo.
- Jalan Lahar–Jasem di Kecamatan Tlogowungu.
- Jalan Sugihan–Goyangan di Kecamatan Winong.
- Jalan Tugu Ireng arah timur menuju Bringin di Kecamatan Gabus.
- Jalan alternatif Suwaduk menuju Pasar Trangkil di Kecamatan Wedarijaksa.
- Jalan Pasar Tambakromo–Desa Mojomulyo di Kecamatan Tambakromo.
- Jalan rusak di Kecamatan Margorejo
- Jalan arah Perumahan Green Land 3 dan 8 di Kecamatan Margorejo.
- Jalan Gemiring–Mataram di Kecamatan Margorejo.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

































