PATI, Lingkarjateng.id – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk memperjuangkan kompensasi ratusan karyawan PT Sejin yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan siang pada Selasa, 16 Juli 2024.
“Kebetulan kami saat ini sedang rapat dengan Komisi D. Kami secara formal mendorong kepada Disnaker untuk memperjuangkan kompensasi dari perusahan untuk tenaga kerja yang menjadi korban keracunan,” ujar Anggota Komisi D DPRD Pati Muntamah pada Rabu, 17 Juli 2024.
Menurutnya, kompensasi harus diberikan karena karyawan tidak bisa bekerja lantaran terbaring di rumah sakit.
“Korban yang rawat inap jika kondisi normal, tenaga kerja setelah jam kerja dapat mengerjakan kegiatan di rumah. Kondisi sekarang justru butuh keluarga yang menunggu di rumah sakit. Maka selayaknya dapat kompensasi dari perusahan,” ucapnya.
Ia pun berpesan kepada perusahaan supaya ke depan dapat memperhatikan kelayakan makanan yang diberikan kepada karyawan.
“Ke depan berkait dengan penyediaan makanan harus benar higienis dan bergizi. Berkait dengan higienisnya harus benar-benar terjaga sehingga tidak terulang keracunan seperti yang terjadi sekarang,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia menegaskan bahwa pihaknya masih terus memantau kondisi 305 karyawan PT Sejin yang dilarikan ke rumah sakit.
“Kami tetap memantau dan berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Kudus, karena sebagian ada yg di RS Nurussyifa Kudus. Info terkini jumlah pasien yang dirujuk ke sejumlah RS terdekat. Alhamdulillah semua tertangani dengan baik. Sebagian besar hanya perlu rawat jalan saja,” ucapnya di Pati pada Rabu, 17 Juli 2024.
Ia merinci data karyawan yang dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 51 pasien mengalami pusing, 41 pasien menjalani rawat jalan, dan 10 rawat inap di RSUD Soewondo Pati.
“Kemudian 84 pasien mengalami mual pusing dan 1 nyeri perut. Sebanyak 59 dari mereka harus menjalani rawat jalan, 24 rawat inap di RS Nurussyifa dan 2 lainnya menjalani observasi. Untuk di RS Mitra Bangsa terdapat 34 pasien mengalami mual pusing dan hari ini menjalani rawat jalan sebanyak 34 pasien dan 1 pasien menjalani rawat inap. Di RS Fastabiq Sehat terdapat 26 pasien mengalami mual pusing. Sebanyak 24 pasien tersebut harus menjalani rawat jalan dan 2 lainnya menjalani inap,” jelasnya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Lingkarjateng.id)






























