Salatiga (lingkarjateng.id) – Para Petani di Kota Salatiga masih mendapatkan kesempatan untuk menebus pupuk bersubsidi hingga akhir bulan Desember 2026 mendatang. Pasalnya, stok pupuk masih tersisa seratusan Ton dan belum seluruhnya terserap untuk jenis Urea dan NPK.
Plt Kepala Dispangtan Kota Salatiga, Syahdhani Onang Prastowo menjelaskan, serapan pupuk bersubsidi di tingkat petani tahun ini terhitung rendah.
Berdasarkan data penyaluran Januari-September 2026, pupuk urea yang telah terserap mencapai 117,476 ton atau 55,67 persen dari alokasi awal. Sedangkan pupuk NPK baru terserap 49,375 ton atau 42,12 persen.
“Rendahnya penyerapan tersebut salah satunya dipengaruhi mundurnya masa tanam akibat kondisi kemarau. Keterbatasan air membuat sebagian petani menunda aktivitas tanam sehingga kebutuhan pupuk belum terserap sesuai alokasi,” katanya, Rabu (4/11/2026).
Rendahnya serapan pupuk bersubdisi ini, membuat Dispangtan melakukan penyesuaian alokasi pupuk bersubsidi melalui kebijakan Realokasi II yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Nomor 500.6.7.4/1122 tertanggal 23 Oktober 2026.
Kuota pupuk urea yang semula 211 ton dikurangi menjadi 191 ton. Sementara kuota NPK turun dari 117,2 ton menjadi 87,2 ton.
Dengan demikian, total pengurangan alokasi kedua jenis pupuk tersebut mencapai 50 ton. Adapun pupuk organik tetap dialokasikan sebanyak 400 kilogram untuk Kecamatan Sidorejo.
“Penyesuaian dilakukan agar alokasi pupuk lebih sesuai dengan kebutuhan riil petani dan tidak menumpuk di wilayah yang tingkat penyerapannya rendah,” tandasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Ady Arfian
































