KENDAL, Lingkarjateng.id – Rencana revitalisasi Taman Kalireyeng di Kabupaten Kendal pada tahun 2026 batal direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Kendal terkendala aturan terkait status kepemilikan aset bangunan yang berada di kawasan taman tersebut.
Taman Kalireyeng yang berada di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal, diketahui sudah bertahun-tahun dalam kondisi kurang terawat. Sejumlah fasilitas seperti gedung kegiatan masyarakat, panggung hiburan, hingga bangunan untuk pelaku UMKM mengalami kerusakan cukup parah dan sebagian hampir roboh.
Padahal, saat pertama kali dibangun pada tahun 2011, Taman Kalireyeng sempat menjadi ikon ruang publik di Kota Kendal sekaligus pusat aktivitas masyarakat. Taman ini juga merupakan proyek percontohan penataan kawasan kumuh di Kabupaten Kendal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Aris Irwanto mengatakan, sebenarnya pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk revitalisasi taman pada tahun ini. Namun, anggaran tersebut tidak dapat digunakan karena bangunan yang ada belum tercatat sebagai aset milik Pemkab Kendal.
Menurutnya, lahan taman berada di kawasan sungai milik PSDA Provinsi Jawa Tengah, sementara bangunan fasilitas yang ada sebelumnya dibangun oleh Kelompok Pemberdayaan Masyarakat menggunakan anggaran pemerintah pusat.
“Sebenarnya kami sudah menyiapkan anggaran revitalisasi tetapi tidak bisa kita lakukan karena status tanahnya bukan aset pemerintah daerah. Akhirnya anggaran kita geser,” ungkap Aris Irwanto, Jumat 15 Mei 2026.
Aris menambahkan, anggaran revitalisasi yang sebelumnya direncanakan untuk Taman Kalireyeng akhirnya dialihkan untuk perbaikan Taman Hutan Klorofil dan penataan Alun-alun Kendal. Saat ini, DLH Kendal hanya melakukan perawatan kebersihan di area taman agar tetap nyaman dikunjungi masyarakat.
“Kalau perawatan hanya terbatas, hanya untuk kebersihan. Karena aset memang bukan milik pemerintah daerah,” tambahnya.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, Taman Kalireyeng masih menjadi salah satu ruang terbuka yang cukup nyaman untuk rekreasi keluarga. Kebersihan kawasan masih terjaga dengan suasana rindang dari pepohonan yang membuat area taman tetap terasa sejuk.
Sementara itu, Wati, salah satu pedagang yang masih bertahan di kawasan tersebut berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan fasilitas yang rusak. Ia mengaku kondisi bangunan UMKM dan panggung hiburan kini sudah memprihatinkan.
“Kalau bisa diperbaiki dan dirapikan kembali, karena bangunannya sudah rusak semua,” katanya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar






























