KENDAL, Lingkarjateng.id – Lima orang pelajar SMP menjadi korban pembegalan di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada Rabu malam, 13 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Kelima korban diketahui masih berusia 13 tahun dan merupakan warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu.
Dalam kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor dan tiga handphone (HP) setelah diancam menggunakan senjata tajam oleh dua orang pelaku.
Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat salah satu korban, Alexa Janu Keisa Putra bersama empat rekannya, tengah berkeliling menggunakan dua sepeda motor menuju wilayah Srogo, Kecamatan Brangsong.
“Di tengah perjalanan, mereka dihentikan dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda Beat tanpa pelat nomor,” terangnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menyebut kedua pelaku kemudian menuduh para korban sebagai pelaku pembegalan terhadap adik salah satu pelaku. Salah seorang pelaku selanjutnya mengambil kunci kontak sepeda motor yang dikendarai korban dan menggiring mereka menuju Halaman Balai Desa Mororejo.
Sesampainya di lokasi, pelaku diduga mengancam para korban menggunakan sebilah pisau lipat. Dengan ancaman tersebut, pelaku merampas tiga unit handphone serta membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Beat warna coklat bernomor polisi H-3945-OM milik korban.
“Para pelaku juga sempat mengintimidasi korban dengan mengatakan akan membawa mereka ke kantor polisi apabila tidak mengikuti perintah pelaku,” lanjutnya.
Setelah menerima informasi dari anaknya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kaliwungu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Iptu Deni Herawan mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan dan melakukan serangkaian tindakan awal.
“Petugas sudah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengecekan TKP, serta meminta keterangan saksi-saksi guna penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor dan tiga unit handphone. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid































