Pekalongan (lingkarjateng.id) – Sebagai momentum penguatan jati diri budaya juga sarana edukasi bagi generasi muda di tengah arus modernisasi, Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 resmi dibuka.
Kegiatan yang dihelat di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan tersebut dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, pada Kamis (30/04/2026).
Sukirman menegaskan PKD bukan sekedar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi untuk memahami makna kebudayaan secara lebih luas. “Kebudayaan bukan sekadar kesenian atau benda purbakala, melainkan ide, gagasan, dan perilaku kita sehari-hari,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk introspeksi terhadap nilai dan kebiasaan pada kehidupan sehari-hari, serta memperkuat nilai positif yang telah diwariskan. “Kegiatan ini jadi momentum untuk meningkatkan kualitas hidup melalui nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan PKD menjadi sarana strategis untuk mengedukasi sekaligus menghibur masyarakat. Beragam kegiatan yang ditampilkan dinilai mampu menanamkan nilai budaya kepada generasi muda secara kreatif dan kontekstual.

Sukirman juga menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam menjaga keberlangsungan budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, para pendidik dan guru memiliki peran penting untuk terus mewariskan nilai-nilai luhur, khususnya melalui seni tradisi seperti wayang, agar anak-anak tidak meninggalkan budaya kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid, mengatakan PKD 2026 dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Berbagai kegiatan digelar, seperti Workshop dan Pementasan Sintren Massal, Lomba Dalang Anak, Lomba Menggambar dan Mewarnai, hingga Pameran Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif.
Kholid memaparkan sejumlah capaian, di antaranya SMP 2 Kajen yang meraih Juara 1 Nasional Sekolah Adiwiyata, serta predikat Pemerintah Daerah Terbaik di Jawa Tengah dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Maret 2026.
Pada kesempatan itu, Pemkab Pekalongan juga menyerahkan penghargaan nasional atas penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, meliputi Seni Sintren, Apem Kesesi, Seni Gendhuwangan, Tata Rias Pengantin Srimpi Priyayi, serta Selamatan Giling Tebu PG Sragi. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian

































