Batang (lingkarjateng.id) – Berbagai kasus terhadap anak-anak dan perempuan yang terjadi belakangan ini memantik perhatian publik. Mulai dari kasus pekerja anak, kecelakaan yang merenggut korban jiwa, hingga dugaan kekerasan terhadap anak di daycare di Yogyakarta.
Menanggapi hal itu, Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan yang juga istri Bupati Batang menyampaikan keprihatinannya. Secara pribadi, ia menyebut minggu ini momen yang cukup berat secara emosional, dengan perjuangan perempuan dan perlindungan anak.
“Ya, minggu ini sangat berat ya untuk saya personally karena kita baru aja kemarin Hari Kartini, kemudian ada kasus anak 15 tahun yang sudah harus kerja dan dia dapat majikan yang enggak baik,” kata Faelasufa kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, kasus tersebut menggambarkan masih tingginya ketimpangan sosial yang terjadi, termasuk di Kabupaten Batang. Ia pun menyoroti anak usia 15 tahun tersebut yang memilih bekerja demi membantu ekonomi keluarga, yang seharusnya masih duduk dibangku pendidikan.
“Sedih sih, karena ketimpangan di Indonesia, di Batang, itu juga masih tinggi sampai ada anak 15 tahun yang sebenarnya mungkin masih bisa sekolah karena pendidikan di umur dia masih gratis. Tapi dia ingin membantu keluarganya, merasa sudah bisa mencari uang,” ungkapnya.
Selain itu, Faelasufa juga menyinggung insiden kecelakaan kereta api yang terjadi baru – baru ini serta kasus dugaan kekerasan anak di sebuah daycare di Yogyakarta yang viral di media sosial.
Ia meminta agar pemerintah daerah dan dinas terkait lebih selektif dalam memberikan izin operasional tempat penitipan anak. Tak hanya itu, pengawasan dan monitoring berkala juga dinilai sangat penting untuk memastikan anak-anak aman.
“Ya kita harus introspeksi dari itu. Izin-izin daycare harus benar-benar selektif dan monitoringnya harus ketat. Dinas terkait harus benar-benar mengawasi izin-izin daycare ini,” tegasnya.
Ia juga mendesak untuk dilakukan langkah antisipasi terhadap potensi kekerasan di lingkungan daycare maupun tempat pengasuhan anak lainnya..
14 Daycare di Batang Kantongi Izin Operasi
Berkaca dari kasus tersebut, Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi di Kabupaten Batang.
Kepala DP3AP2KB Batang, Joko Prasetijo, menjelaskan ada 14 daycare aktif di Kabupaten Batang sudah mengantongi izin operasional dan memiliki tenaga pengasuh dengan kemampuan sesuai standar. “Pengelolanya termasuk para pendamping dan pengasuhnya sudah berkualifikasi yang dipersyaratkan.” jelasnya.
Pengawasan terhadap daycare juga dilakukan lintas instansi, mulai dari Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, hingga dinas perizinan. “Instansi terkait memiliki tugas melakukan pembinaan dan pendampingan agar daycare di Batang berjalan baik dan profesional,” lanjut Joko.
Ia pun meminta pengelola daycare yang belum memiliki izin agar segera mengurus legalitas sesuai ketentuan yang berlaku. “Bagi daycare-daycare baru yang belum memiliki izin, kami tegaskan untuk segera memenuhi persyaratan perizinannya,” tuturnya.
Berikut ini 14 daycare yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Batang berdasarkan data catatan DP3AP2KB bersama tim terkait hasil monitoring dan verifikasi di berbagai lokasi per Februari 2026.
Di wilayah Kecamatan Batang : TPA Permata Hati, Puri Ananda, Aisyiyah, Kasih Ibu, Bina Mulia Akhlak 2, Mohhaz, dan RBA Sahabat Bunda.
Wilayah luar kota, di Kecamatan Warungasem ada TPA Al Hana dan di Kecamatan Bandar ada TPA Harapan Bunda.
Lalu di wilayah Subah, Gringsing, Limpung, dan Bawang, ada TPA Ananda Taqwa, TPA Ibunda, TPA Aisyiyah Qurrota Ayun, TPA Rifaiyah, serta TPA Harapan Bunda dan TPA Ananda di Desa Bawang.
Selain itu, terdapat satu layanan penitipan anak di area pasar yang bersifat sementara atau RBA untuk membantu para ibu saat berbelanja maupun berdagang.***
Editor : Fian
































