Jepara (lingkarjateng.id) – Momentum Hari Kartini pada tanggal 21 April menjadi pengingat perjuangan para perempuan di Indonesia. Hingga kini, semangat perjuangan itu terus menyala. Terlebih bagi generasi muda yang mampu meraih prestasi di berbagai bidang.
Hal itu ditunjukkan seorang pesilat cilik bernama Wingga Abigail Chavali Megaz yang merupakan siswi kelas 4 SDN Bawu 4 Jepara. Dengan raihan medali perunggu, ia mampu menunjukkan kebolehannya dalam kompetisi Bupati Cup 2026 di Jepara.
Di arena kompetisi pencak silat, gadis kecil ini tampil penuh percaya diri. Di usianya yang masih belia, Wingga menunjukkan ketangguhan dan keberanian yang mencerminkan semangat juang generasi muda.
Dengan balutan seragam silat hitam, Wingga berdiri di podium juara tiga sambil tersenyum bangga. Medali yang ia raih menjadi buah dari latihan rutin dan disiplin yang dijalaninya selama ini.
Bagi Wingga, pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa. Ia mengaku senang bisa ikut serta dalam kejuaraan dan mendapatkan pengalaman baru.
“Senang bisa ikut lomba, apalagi bisa dapat medali. Jadi tambah semangat latihan,” katanya.
Keberhasilan ini tentu tak lepas dari peran orang tua, pelatih, dan pihak sekolah yang terus memberikan dukungan dalam pengembangan bakatnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Di momentum peringatan Hari Kartini, sosok Wingga menjadi representasi nyata nilai-nilai perjuangan, keberanian, ketekunan, dan semangat untuk terus maju.
Dirinya mampu membuktikan bahwa generasi muda mampu melanjutkan semangat tersebut melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.
Ke depan, Wingga berharap dapat meraih prestasi yang lebih tinggi dan membawa nama Jepara ke tingkat yang lebih luas. Raihan perunggu ini menjadi langkah awal menuju impian yang lebih besar. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Fian

































