SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri dari tingkat rumah tangga.
Sebelumnya, Robby menyebut bahwa produksi sampah di Kota Salatiga saat ini mencapai 85 hingga 100 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan sampah organik dari rumah tangga.
Robby mengatakan bahwa pemilahan sampah dari rumah akan membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo.
“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mendukung terwujudnya program Salatiga Beda,” katanya dalam keterangan yang diterima pada Rabu, 10 Juni 2026.
Oleh karena itu, Robby meminta jajaran Linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga tokoh masyarakat untuk terlibat aktif mengedukasi warga tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“Kalau kita semua ingin maju dengan semboyan Salatiga Beda, jangan apa-apa terpacu dengan anggaran. Kita buat program yang beda dengan cara memperbanyak kolaborasi,” ucapnya.
Pihaknya menekankan bahwa sampah organik harus dapat diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat melalui berbagai metode pengolahan yang sederhana dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.
“Langkah ini mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warga,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































