Kudus (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Kudus berupaya mempersiapkan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) meski dalam keterbatasan anggaran. Di tengah kebijakan efisiensi, pemerintah daerah fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Harapannya koperasi yang menjadi program prioritas pemerintah pusat tersebut siap beroperasi begitu seluruh infrastruktur selesai. Diketahui, hingga saat ini terdapat 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus telah memiliki kepengurusan KDKMP.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus, Faiz Anwari, mengatakan karena kondisi efisiensi anggaran, baru mampu menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan manajemen koperasi.
“Setiap koperasi hanya mengirimkan tiga orang sebagai perwakilan agar seluruh desa dan kelurahan tetap mendapatkan pembekalan,” ujarnya pada Jumat (24/7).
Menurutnya, materi pelatihan difokuskan pada tata kelola organisasi, manajemen usaha, hingga penguatan kapasitas pengurus. Langkah itu dinilai penting mengingat posisi manajer koperasi dari pemerintah pusat hingga kini masih dalam proses pelatihan.
Meski gerai resmi belum seluruhnya diserahterimakan, aktivitas usaha di sejumlah KDKMP mulai berjalan. “Para pengurus memanfaatkan balai desa maupun rumah pengurus sebagai lokasi operasional sementara untuk melayani masyarakat,” bebernya.
Beberapa unit usaha yang mulai dijalankan antara lain penjualan gas elpiji, minyak goreng, sembako, layanan Laku Pandai, hingga budidaya perikanan. Inisiatif tersebut menjadi upaya menjaga roda koperasi tetap bergerak sambil menunggu penyelesaian pembangunan gedung.
Di sisi lain, pembangunan fisik gerai koperasi terus menunjukkan progres. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kodim 0722/Kudus, pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen. “Dari total 113 gerai yang dibangun, sebanyak 71 lokasi telah rampung 100 persen,” jelasnya.
Sementara itu, 42 lokasi lainnya masih dalam proses penyelesaian karena terkendala ketersediaan lahan yang belum memenuhi syarat minimal 1.000 meter persegi, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang.
Faiz berharap, pembekalan yang diberikan mampu menjadi bekal awal bagi pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional. Keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan bangunan fisik, tetapi juga kualitas pengelola yang mampu mengembangkan usaha sesuai potensi desa.
“Kami terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi sejak proses pembentukan koperasi. Harapannya, ketika seluruh gerai siap beroperasi, para pengurus juga sudah siap menjalankan koperasi secara profesional sehingga tujuan program Presiden Prabowo Subianto dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.***
jurnalis : Fahtur Rohman
Editor : Redaksi






























