KENDAL, Lingkarjateng.id – Sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Krajan, Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, bakal mendapat akses air bersih melalui pembangunan sumur bor dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Arlisco Electrika Perkasa.
Pembangunan fasilitas tersebut resmi dimulai setelah Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, melakukan ground breaking di lokasi pada Rabu, 9 September 2026.
Sumur bor itu ditujukan untuk membantu warga di tiga RT yang selama ini menjadi wilayah terdampak kekeringan, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Bupati Tika mengapresiasi langkah PT Arlisco Electrika Perkasa yang menyalurkan CSR untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini menandakan perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek bisnis saja, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan di masyarakat,” tutur Bupati Tika.
Ia berharap keberadaan sumur bor tidak hanya membantu ketersediaan air bagi warga, tetapi juga memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu, akses air bersih juga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan sekaligus mendorong kesejahteraan warga,” katanya.
Direktur PT Arlisco Electrika Perkasa, Arif Irawanto, menjelaskan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Desa Tambahsari dipilih setelah perusahaan menerima informasi mengenai kesulitan warga dalam memperoleh air bersih saat musim kemarau.
“Kami dari perusahaan memang berencana menyalurkan CSR, dan setelah mendapat informasi ada kebutuhan air bersih di Desa Tambahsari, kami langsung berinisiatif merealisasikannya di sini,” jelasnya.
Arif menargetkan pengerjaan sumur bor rampung paling lama dua bulan. Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut diharapkan dapat diresmikan bertepatan dengan Hari Jadi Desa Tambahsari.
Kepala Desa Tambahsari, Maryadi, mengatakan persoalan kekeringan telah menjadi masalah tahunan yang membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kekeringan telah menjadi masalah tahunan bagi warga kami, terutama saat memasuki akhir tahun atau musim kemarau,” katanya.
Menurut Maryadi, ketika sumber air warga mulai mengering, pemerintah desa harus mengajukan bantuan distribusi air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal.
“Setiap tahun, di akhir tahun atau musim kemarau, wilayah kami selalu mengalami kekeringan. Kami rutin mengajukan permohonan ke BPBD Kabupaten Kendal untuk pengiriman bantuan air bersih,” tuturnya.
Oleh karena itu, pembangunan sumur bor dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan air dari luar wilayah. Nantinya, fasilitas tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga di tiga RT.
Maryadi menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kendal serta pihak perusahaan. Menurutnya, keberadaan sumur bor akan memberikan manfaat besar bagi warga yang selama ini menghadapi persoalan air setiap musim kemarau.
“Harapannya pembangunan sumur bor berjalan lancar sehingga dapat segera dimanfaatkan warga, terutama saat musim kemarau kembali melanda,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid






























