SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Dusun Nogosaren, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga terpantrau molor. Sebelumnya, pembebasan lahan ditargetkan rampung Agustus 2026.
Hingga pekan pertama September 2026 pembebasan lahan belum selesai lantaran terkendala bidang tanah berstatus Letter C seluas 600 meter. Selain itu, masih ada sejumlah warga yang belum sepakat dengan harga ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal.
Sekretaris Tim Pengadaan Tanah Nogosaren Salatiga, Bambang Pramusinto, mengatakan persoalan tersebut membuat proses pengadaan tanah belum dapat diselesaikan sesuai target.
“Molor waktunya, seharusnya selesai Agustus lalu. Ada beberapa kendala. Muncul tanah Letter C seluas 600 meter yang masih membutuhkan penelusuran siapa pemiliknya,” kata Bambang, Rabu, 9 September 2026.
Selain penelusuran status kepemilikan tanah, tim juga melakukan appraisal review atau evaluasi terhadap nilai lahan yang akan dibebaskan. Langkah tersebut diperlukan karena masih terdapat warga yang belum menyepakati harga hasil appraisal sebelumnya.
Bambang menjelaskan, berdasarkan appraisal sebelumnya, harga tanah berada di kisaran Rp1,4 juta hingga Rp3,7 juta per meter persegi. Nilai tersebut masih dapat berubah setelah appraisal review, termasuk kemungkinan mengalami kenaikan.
“Untuk appraisal review ke depan kemungkinan masih bisa berubah dan bisa naik harganya,” ujarnya.
Tim pengadaan tanah berharap persoalan administrasi kepemilikan dan kesepakatan harga dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, proses pembebasan lahan dapat dituntaskan sebelum pembangunan jalan dimulai.
Jalan baru tersebut nantinya menjadi akses yang menghubungkan Dusun Nogosaren dengan Jalan Patimura Salatiga.
Jalan baru di Dusun Nogosaren diproyeksikan menjadi akses baru bagi warga menyusul pembangunan ramp on dan off Exit Tol Patimura Salatiga.
“Untuk pengadaan tanah sekaligus rencana pembangunan akses baru tersebut, Pemkot Salatiga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp23 miliar dalam APBD 2026,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































