KENDAL, Lingkarjateng.id – Olahraga ekstrem canyoning dan rapelling (turun tebing) di Daya Tarik Wisata (DTW) Curug Sewu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal kembali dibuka.
Curug Sewu dengan ketinggian air terjun sekitar 80 meter, aliran air yang deras, serta karakter tebing menantang menjadikan kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menguji keberanian sekaligus menikmati panorama alam Curug Sewu dari ketinggian.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Ahmad Syahrul Falah, menjelaskan terdapat perbedaan antara aktivitas rapelling dan canyoning di Curug Sewu.
“Rapelling itu melaksanakan aksi di ketinggian Curug Sewu, tetapi tidak berada di dekat atau di sebelah air terjun. Kalau canyoning, talinya benar-benar melintas di air terjunnya,” jelasnya, Rabu 9 September 2026.
Wahana olahraga ekstrem kembali dioperasikan karena kondisi cuaca saat ini memasuki musim kemarau dan debit air Curug Sewu relatif lebih terkendali sehingga aktivitas ekstrem dapat dilakukan dengan tingkat risiko yang lebih rendah.
“Sekarang kita mulai aktifkan kembali karena cuaca saat ini musim kemarau, sehingga secara otomatis debit air yang ada di Curug Sewu terkendali. Kalau musim penghujan sempat off karena debit air terlalu tinggi dan dinilai membahayakan,” ujar Syahrul.
Untuk menikmati aktivitas tersebut, wisatawan cukup merogoh kocek sekitar Rp90 ribu untuk paket rapelling, sedangkan canyoning sekitar Rp120 ribu.
“Wisata ekstrem ini menurut kami cukup diminati wisatawan dari luar daerah, seperti Jakarta, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya,” ungkapnya.
Wagub Jateng Jajal Sensasi Paralayang di Curug Sewu, Dorong Sport Tourism
Meski menawarkan pengalaman ekstrem, Disporapar Kendal memastikan aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pengelola yaitu pihak ketiga diminta memastikan seluruh perlengkapan, termasuk tali dan peralatan pendukung lainnya, dalam kondisi aman dan layak digunakan.
“Kita juga terus mengimbau pengelola pihak ketiga agar mengutamakan safety. Keamanan harus nomor satu. Kalau cuaca tidak memungkinkan, harus dibatalkan dulu. Tali juga harus safety,” tegasnya.
Syahrul berharap dengan kembali dibukanya wahana canyoning dan rapeling, kunjungan wisatawan ke Curug Sewu semakin meningkat dan turut mendukung promosi pariwisata Kabupaten Kendal.
“Semoga dengan sejumlah wahana yang keren dari Curug Sewu ini bisa menambah angka kunjungan wisatawan di Curug Sewu, sesuai tagline Ayo Dolan Kendal Ra,” lanjut Syahrul.
DTW Curug Sewu juga menyiapkan sejumlah pengembangan wahana baru untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Di antaranya glamping, kolam keceh, pujasera, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
“Harapannya dengan pengembangan wahana-wahana baru, nantinya mampu menjadikan Curug Sewu bukan hanya sebagai destinasi untuk menikmati keindahan air terjun, tetapi juga sebagai kawasan wisata alam dan petualangan yang semakin lengkap di Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































