KENDAL, Lingkarjateng.id – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal mencapai 8,57 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Triwulan II 2026. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,99 persen dan nasional yang berada di kisaran 5,04 persen.
Capaian itu disampaikan dalam Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kendal Triwulan II 2026 yang berlangsung di Ruang Ngesti Widhi Setda Kendal, Rabu, 9 September 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten, Kendal Ade Sandi Parwoto, menjelaskan selain tumbuh 8,57 persen secara yoy, perekonomian Kendal juga mencatat pertumbuhan 4,17 persen secara quarter to quarter (q-to-q). Sementara secara cumulative to cumulative (c-to-c), pertumbuhan hingga Triwulan II 2026 mencapai 8,22 persen.
“Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam perkembangan ekonomi Kendal tahun ini. Angka pertumbuhan Kendal juga tercatat lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah yang berada di kisaran 5,99 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,04 persen,” ungkap Ade.
Menurut Ade, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut ditopang oleh sejumlah sektor yang terus bergerak, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, jasa, transportasi hingga investasi.
“Industri pengolahan masih menjadi salah satu motor utama perekonomian Kendal. Kondisi tersebut sejalan dengan semakin berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Kendal,” tuturnya.
Dalam sambutan Bupati Kendal yang dibacakan Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur berdasarkan angka statistik. Peningkatan tersebut diharapkan turut berdampak terhadap berbagai indikator pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan Ibu Bupati, pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi tujuan, tetapi bagaimana pertumbuhan ekonomi itu menjadi upaya kita untuk menggerakkan indikator makro yang lain,” katanya.
Indikator yang dimaksud antara lain penguatan UMKM, peningkatan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Intinya bagaimana pertumbuhan ekonomi itu bisa menjadi booster untuk indikator-indikator makro yang lain. Upayanya kolaborasi dan sinergitas dari seluruh stakeholder lebih ditingkatkan,” tegas Agus.
Pemkab Kendal juga menilai kondisi daerah yang aman dan kondusif perlu terus dijaga untuk mempertahankan kepercayaan investor. Iklim investasi yang positif dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Bapperida Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, menyebut investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menjadi salah satu faktor strategis yang mendorong laju perekonomian daerah. Selain itu, ekspansi industri manufaktur, pembangunan infrastruktur dan aktivitas perdagangan dinilai turut memberikan pengaruh.
“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal ini didorong investasi yang strategis di KEK Kendal, perluasan industri manufaktur, pembangunan infrastruktur, serta perdagangan yang memperkuat daya beli dan ekonomi daerah,” ujar Wahyu.
Ia menilai dengan pertumbuhan 8,57 persen, perkembangan industri dan investasi semakin memperkuat aktivitas ekonomi Kendal. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid































