SEMARANG, Lingkarjateng.id – Sebanyak 3.471 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah akan segera menerima bantuan sepeda motor listrik dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, mengatakan jumlah kendaraan yang disiapkan disesuaikan dengan total SPPG yang ada di wilayah tersebut.
“Mestinya setiap SPPG satu motor. Itu sesuai jumlahnya kan (totalnya) ada 3.471 SPPG. Itu by request dari pusat,” ujar Hanung di Semarang, Selasa, 14 April 2026.
Meski demikian, ia mengatakan hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menerima informasi detail terkait jadwal pendistribusian kendaraan operasional tersebut.
“Plan distribusi ke Jateng, tadi dari tim belum menginformasikan. Saya pikir kalau sudah ready pasti akan diumumkan sesuai dengan rencananya,”katanya.
Hanung menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak terlibat dalam pengusulan penerima bantuan tersebut. Menurutnya, seluruh proses pengadaan dan distribusi menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BGN.
“Kita gak ada usulan. Karena semuanya didistribusikan dari pusat,” tuturnya.
Ia juga mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait fasilitas lain yang kemungkinan diterima oleh kepala SPPG selain motor listrik.
“Belum terinfo lagi. Kita belum tahu kepala SPPG dapat apalagi,” akunya.
Secara umum, operasional SPPG di Jawa Tengah disebut telah melalui proses evaluasi berkala, termasuk perbaikan standar operasional prosedur (SOP). Bagi unit yang melanggar aturan, sanksi berupa penghentian sementara operasional diberlakukan.
“Kalau yang melanggar disuspend biasanya seminggu. Tapi sekarang sudah gak ada pagi,” katanya.
Hanung menambahkan, saat ini terdapat sekitar 3.741 unit SPPG yang aktif beroperasi di Jawa Tengah. Meski sempat ada sejumlah unit yang dievaluasi, hampir seluruhnya telah kembali beroperasi setelah melakukan pembenahan.
“Evaluasi itu sifatnya pembenahan, bukan berhenti total. Jika ada kekurangan teknis, kita beri teguran untuk diperbaiki, biasanya prosesnya hanya sekitar satu minggu dan setelah itu jalan lagi. Sejauh ini semua terpantau lancar dan kooperatif,” tuturnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid






























