Blora (lingkarjateng.id) – Lebaran telah usai, siswa sekolah rakyat menengah atas (SRMA) yang kembali datang dilakukan screening. Sebelumnya, para siswa libur panjang hari raya Idhul Fitri selama 20 hari.
Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum mengatakan bahwa semua jajaran SRMA 18 membantu mendata dan menscreening semua siswa yang hadir, di karenakan saat ini terahir untuk kembali ke Asrama.
Tri menyampaikan, screening bertujuan mengantisipasi adanya makanan pedas kemudian mengandung pemanis yang bisa mengganggu pencernaan. selain itu baju atribut silat yang mengundang kericuhan.
“Untuk makanan seperti basreng dan mie instant kita larang, dan atribut silat yang belakang ada gambarnya kita juga larang,” katanya.
Sekolah SRMA 18 diberi makan sehari tiga kali untuk mencukupi kebutuhan nutrisi mereka.Jadi tidak perlu lagi membawa makanan dari luar.
Lebih lanjut, Tri Yuli juga menjelaskan bahwa dari 50 siswa, ada satu siswa yang tidak hadir dan sudah konfirmasi.
“Satu siswa tersebut telat karena orang tuanya sakit di rumah sakit,”jelasnya.
Tri Yuli juga mengatakan ada perubahan dalam kurikulum di bulan Maret. Ada pembelajaran tambahan dan menggandeng lembaga yang ada di daerah yang sudah tersertifikasi.
“Nantinya Akan ada pembelajaran tambahan yakni Bahasa Inggris dan nantinya di ampu oleh pihak Small England,”katanya.
Ia menambahkan, nantinya pelajaran tambahan tersebut di luar pembelajaran dan dilakukan satu jam saja yang di lakukan pagi hari. Selain itu para pengasuh nanti akan mengulas kembali dan menyetorkan hafalan yang sudah didapatkan siswa tersebut.
Sementara itu, salah seorang murid SRMA 18 Blora, Anisa Nur Aini mengatakan dirinya senang telah kembali ke asrama dan bisa kumpul bersama teman-teman.
“Sudah seperti saudara sendiri jadi terkadang kalau di rumah suka ke ingat masa masa saat makan bareng dan belajar bareng,” ujarnya. ***
Jurnalis : hanafi
Editor : Fian































