GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Ratusan siswa dari sejumlah sekolah dasar hingga pondok pesantren di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga keracunan usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis yang didistribusikan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Siswa dilaporkan mengalami sakit dan tidak masuk sekolah.
Laporan awal kejadian diterima Camat Gubug, Bambang Supriyadi, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Puskesmas Gubug 1 menyusul adanya lonjakan siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.
“Laporan sementara yang kami terima, anak-anak dan guru tidak masuk sekolah karena sakit. Dugaan awal mengarah pada keracunan MBG yang dibagikan sehari sebelumnya,” ujar Bambang dalam laporan resminya.
Berdasarkan data UPTD Korwil Pendidikan Kecamatan Gubug, jumlah siswa dan guru yang tidak masuk sekolah cukup signifikan. Di SD 2 Trisari sebanyak 24 siswa absen karena sakit. SD 1 Trisari mencatat 30 siswa dan 3 guru tidak masuk. Sementara SD Glapan melaporkan 13 siswa dan 1 guru sakit.
Kasus serupa juga terjadi di SD 1 Penadaran dengan 57 siswa dan 3 guru terdampak, ditambah 3 wali murid yang turut mengeluhkan kondisi kesehatan. SD 3 Penadaran mencatat 40 siswa tidak masuk, 26 di antaranya izin sakit, serta 3 guru dengan 2 guru izin. Di SD 2 Penadaran, 28 siswa dan 4 guru dilaporkan izin karena sakit.
Selain sekolah dasar, dugaan keracunan makanan juga terjadi di lingkungan pondok pesantren. Berdasarkan laporan Puskesmas Gubug 2, di SMK Miftahul Huda Ngroto tercatat 52 santri sakit, terdiri dari 35 santri putri dan 17 santri putra. Sedangkan di SMP Miftahul Huda Ngroto, jumlah santri yang mengalami keluhan mencapai 208 orang, dengan rincian 116 santri putra dan 92 santri putri.
Penyebab sementara diduga berasal dari MBG yang disuplai oleh SPPG Kuwaron. Meski demikian, pihak kecamatan menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Gubug langsung melakukan langkah cepat. Koordinasi dilakukan dengan Kepala Puskesmas Gubug 1 dan Gubug 2 untuk pemetaan kasus, pengecekan lokasi, serta penanganan medis terhadap para korban.
“Kami juga berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan. Para korban sudah diperiksakan ke puskesmas, dan tim medis dari Puskesmas Gubug 2 saat ini siaga di SMP dan SMK Miftahul Huda Ngroto,” jelas Bambang.
Pihak kecamatan menyatakan laporan ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Pemerintah Kabupaten Grobogan diharapkan segera memberikan petunjuk lanjutan terkait penanganan kasus ini, termasuk evaluasi distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa































