SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menilai kemudahan perizinan menjadi faktor paling krusial dalam membuka pintu investasi ke Salatiga. Pasalnya, investor akan melihat sejauh mana pemerintah daerah mampu menciptakan iklim usaha yang ramah, cepat, dan pasti secara regulasi.
“Pembukaan iklim investasi tidak berarti mengabaikan aturan. Justru, perizinan perlu disederhanakan tanpa meninggalkan asas dan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Dance, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurutnya, dalam menjajaki peluang usaha, investor pertama kali akan melihat iklim investasi dan perizinannya.
“Maka dari itu, perizinan harus dipermudah. Namun, tetap menjaga dan tidak meninggalkan asas-asas regulasi. Kalau iklim usaha dibuka, investor akan tertarik datang,” ujarnya.
Dance menyebut, masuknya investor sangat penting untuk meningkatkan perputaran uang di Kota Salatiga. Ia berpendapat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun anggaran 2026, investasi menjadi salah satu jalan strategis untuk menambah sumber pergerakan ekonomi di luar anggaran pemerintah.
“APBD kita terbatas. Artinya, kalau ingin ada tambahan perputaran uang, salah satu jalannya adalah investasi masuk ke Salatiga,” ungkapnya.
Selain itu, kata Dance, meskipun Salatiga bukan kota besar namun memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. Letaknya strategis dan dekat dengan Kota Semarang menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua daerah.
“Walaupun kota kecil, Salatiga punya potensi yang cukup menarik. Akses ke Semarang dekat, dan bisa dijangkau dari berbagai wilayah. Ini modal penting untuk menarik investor,” ucapnya.
Pihaknya menyoroti potensi sektor jasa dan pariwisata. Banyaknya hotel di Salatiga dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi jika dikoneksikan dengan potensi wisata di sekitar wilayah.
Ia mendorong agar hotel-hotel tidak berdiri sendiri, melainkan mampu mengemas paket-paket wisata yang terintegrasi. Dengan demikian wisatawan yang datang dapat memberikan dampak ekonomi bagi sektor lain.
“Ketika orang datang dan menginap di Salatiga, harus ada dampak lanjutan. Kuliner bergerak, transportasi hidup, jasa-jasa lainnya ikut berjalan,” ungkapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa





























