KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus berencana mengajukan pinjaman daerah pada 2026 untuk mendukung pembangunan dan pengembangan layanan kesehatan di RSUD dr. Loekmono Hadi pada lokasi baru di eks Matahari.
Langkah ini dinilai strategis karena pembangunan rumah sakit tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan modern yang mampu meningkatkan pendapatan daerah.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah, mengungkapkan bahwa nilai pinjaman yang diajukan ke Bank Jateng mencapai Rp85 miliar. Meski begitu, dana tidak akan dicairkan sekaligus.
“Pencairan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan. Bisa saja yang terpakai hanya Rp70 miliar atau bahkan Rp65 miliar, bergantung hasil DED yang sedang disusun,” jelasnya, Sabtu, 17 November 2025.
Ia pun menjelaskan skema pencairan bertahap tersebut lebih menguntungkan karena bunga pinjaman hanya dikenakan atas dana yang benar-benar ditarik. Hal ini membuat beban pembiayaan daerah tetap terkendali dan tidak menekan ruang fiskal Pemkab Kudus.
Djati pun menegaskan bahwa cicilan pinjaman tidak akan membebani APBD secara signifikan.
Pembayaran direncanakan menggunakan kemampuan internal rumah sakit, termasuk SILPA dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Loekmono Hadi yang tersedia.
Dengan begitu, kata Djati, stabilitas keuangan daerah tetap aman tanpa harus menggeser program prioritas lainnya.
Pinjaman tersebut ditargetkan lunas paling lambat pada 2029. Pertimbangan tenggat pelunasan ini juga tak lepas dari masa jabatan Bupati Kudus yang akan berakhir pada 2030.
Menurutnya, Pemkab ingin memastikan seluruh kewajiban selesai pada periode pemerintahan yang sama agar tidak menjadi beban bagi pemimpin berikutnya.
Ia pun menyebut keputusan mengambil pinjaman bukan semata persoalan penambahan anggaran, melainkan investasi jangka panjang yang bersifat produktif.
“Sektor kesehatan memiliki potensi besar menopang pendapatan BLUD. Dengan kapasitas layanan yang meningkat, rumah sakit akan lebih mandiri dan mampu membantu menutup cicilan pinjaman,” ujarnya.
Sementara pengembangan rumah sakit di lokasi baru eks Matahari, ia menerangkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan publik.
“Fasilitas yang lebih besar, modern, dan terpadu diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menarik pasien rujukan dari luar daerah,” tambahnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar S






























