KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal Dyah Kartika menunjukkan kepeduliannya setelah mendengar kisah pilu dua kakak beradik warga Desa Bebengan, Boja yang bertahan hidup hanya dengan air putih selama hampir satu bulan bersama jenazah ibunya.
Kakak beradik bernama Putri Setia Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (18) tersebut ditemukan warga tidur bersama jenazah sang ibu selama dua pekan dalam kondisi lemas di dalam rumahnya Sabtu, 1 November 2025 lalu.
Bupati Kendal mengaku prihatin atas kondisi kedua kakak beradik tersebut sehingga langsung memerintahkan Dinsos mengurus BPJS bagi keduanya.
“Saya sangat prihatin. Tidak boleh ada anak terlantar di Kendal. Kemarin BPJS-nya mandiri, kami sudah proses dan mendaftarkan BPJS dari pemerintah. Alhamdulillah BPJS langsung aktif dan bisa digunakan untuk biaya perawatan,” ujarnya usai menjenguk keduanya di salah saru rumah sakit di Boja, Senin 3 November 2025.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan Pemkab Kendal telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan lebih lanjut bagi kedua kakak beradik tersebut.
“Nanti sementara akan ditempatkan di panti Margi Utomo Tembalang, nanti di sana dididik, diberikan pelatihan agar punya keahlian khusus. Nanti kita tetap melakukan pendampingan kedepannya bagaimana, nanti kita fasilitasi bekerja atau bagaimana,” kata Bupati Kendal.
Ia berpesan kepada pemerintah desa dapat memberikan perhatian lebih agar tidak terjadi persoalan yang serupa di Desa Bebengan.
“Saya tadi sudah berpesan kepada Pak Kepala Desa harus memberikan perhatian dan pengawasan lebih, walaupun warganya yang menutup diri. Karena ini ternyata sudah hampir satu bulan ibunya meninggal dan sudah ada bau tapi tidak diketahui,” imbuhnya.
Kepala Desa Bebengan, Wastoni, menyampaikan, kejadian tersebut diketahui warga lantaran warga Desa Bebengan curiga rumah keluarga tersebut selalu tertutup dan tercium bau busuk.
“Setelah pintu didobrak, warga menemukan ibu mereka, Setyaningsih sudah meninggal dunia lebih dari dua pekan. Kemudian keduanya langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara Putri mengaku, terpaksa bertahan hidup dengan hanya minum air putih dan tidak keluar rumah lantaran teringat pesan ibunya agar tidak merepotkan orang lain.
“Ibu pesan nggak boleh minta tolong ke tetangga. Aku nurut sama ibu,” katanya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S



























