KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) menyalurkan bantuan 21 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani sebagai upaya mendukung peningkatan produksi padi dan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) pada 2025.
Penyerahan bantuan alsintan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, di Aula Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Ngesti mengungkapkan bahwa bantuan alsintan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden RI.
“Karena swasembada pangan nasional ini merupakan program langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita Presiden RI, sehingga kita dukung bersama dan di Kabupaten Semarang salah satunya melalui penyerahan bantuan 21 unit alsintan di tahun 2025,” ujarnya.
Ngesti menjelaskan, alsintan yang diserahkan berasal dari dana APBN dan disalurkan ke kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di 13 kecamatan.
“Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang dalam mensukseskan swasembada pangan ini terus kami lakukan, dan melalui penyerahan bantuan alsintan ini, maka untuk mengejar realisasi target LTT di tahun 2025 ini akan semakin mudah dan terbuka lebar,” jelasnya.
Ia berharap, bantuan ini tidak hanya menambah luasan tanam, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen petani.
“Makanya, saya harap kepada para petani untuk benar-benar merawat alsintan ini dengan baik, dan memanfaatkannya semaksimal mungkin… Jangan sampai didiamkan saja apalagi dijual,” tegasnya.
Ngesti juga menyoroti pentingnya alsintan dalam meringankan beban petani, terutama yang sudah lanjut usia. Ia optimistis bantuan tersebut dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Selain meringankan beban kerja para petani-petani yang sudah sepuh, bantuan alsintan ini juga bisa menggaet minat anak-anak muda milenial untuk mau jadi petani dan menanam padi, karena dengan bantuan alsintan ini, jelas menanam padi akan semakin mudah dan ringan,” ungkapnya.
Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno, menambahkan bahwa penggunaan alsintan terbukti meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu kerja petani secara signifikan.
“Bahkan, efisiensi waktu kerja petani-petani kita ini bisa sampai 90 persen lebih,” ujarnya.
Selain itu, biaya kerja dan produksi juga dapat ditekan hingga 40 persen, sehingga petani bisa lebih produktif dan berdaya saing.
Adapun jenis alsintan yang disalurkan antara lain satu unit combine harvester besar (brigade), traktor roda empat, traktor roda crawler (brigade), rice transplanter, dan treaser, dengan nilai total bantuan mencapai Rp 1.543.430.000.
Kepala Bidang Pertanian Dispertanikap, Ambar Suryaningsih, menyebutkan bahwa sejumlah gapoktan telah menunjukkan hasil positif dari program bantuan alsintan sebelumnya.
Di antaranya, Gapoktan Putri Kencana di Desa Timpik, Kecamatan Susukan; Gapoktan Rukun Makmur di Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru; dan Kelompok Tani Ngudi Rejo di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang.
Ia menyebut, sampai awal Agustus 2025, realisasi LTT komoditas padi di Kabupaten Semarang telah mencapai 24.272 hektare dari total target 41.983 hektare.
“Kami harap dengan adanya bantuan alsintan tersebut, target LTT di tahun 2025 ini bisa terpenuhi, mengingat masih ada semester dua di tahun ini untuk memaksimalkan luasan tambah tanam,” pungkasnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid































