Blora (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, berupaya menekan angka stunting dengan menggalakkan masyarakat agar makan ikan. Di antaranya dengan berbagi ikan gratis kepada ibu hamil, balita dan menyusui.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Ainia Sholichah, menyebut prosentase konsumsi ikan di kota minyak cukup rendah. Berdasarkan data terbaru, hanya 22,31 kilogram per kapita per tahun.
“Angka ini jauh di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah dan tingkat nasional,” ujar Ainia, Kamis (11/06/2026).
Ainia menyampaikan untuk di level Provinsi Jawa Tengah, konsumsi ikan mencapai 39,38 kilogram per kapita. Sementara di tingkat nasional yang mencapai 57,61 kilogram per kapita.
Gerakkan makan ikan yang diwujudkan dengan membagi ikan gratis itu, telah dilakukan selama beberapa tahun belakangan. Hasilnya perlahan terlihat.
Di antaranya angka stunting di Blora mengalami penurunan. Hal itu terlihat dari hasil survei prevalensi stunting. “Ya gerakan makan ikan ini memengaruhi, terjadi penurunan stunting. Semula 23 persen lebih pada 2024, kini jadi 17,09,” bebernya.
Menurutnya hal ini bukti nyata kontribusi gerakan makan ikan di Blora. Pasalnya ikan dikenal memiliki banyak kandungan protein atau zat yang dibutuhkan tubuh. Dari mulai Omega-3, EPA dan DHA.
“Alhamdulillah pagi ini PKK kabupaten bersinergi dengan DP4 Blora, berbagi ikan lele di desa Jiken dan Singonegoro Dua kilo ikan lele, kami bagikan untuk masing-masing ibu hamil dan menyusui,” jelasnya.
Sasaran kepada ibu hamil, balita dan ibu menyusui itu dengan maksud langsung menyasar. Sehingga bisa menekan stunting di Kabupaten Blora.
“Ini tujuannya untuk mendukung upaya pengentasan stunting. Semoga anak-anak dengan ini senang makan ikan. Ini hanya pemantik. Harapannya, kecamatan, desa dan orang tua semakin masif untuk gerakan makan ikan,” terang dia.
“Dengan begitu diharapkan terbentuklah generasi yang tangguh, kuat demi menyongsong Indonesia emas,” imbuhnya.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Redaksi






























