Blora (lingkarjateng.id) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Blora, menargetkan sebanyak 3.234 Sertifikat Hak Tanah (SHT) dapat diterbitkan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2026.
“Untuk PTSL di Blora, kami punya target 3.234 bidang sertifikat hak tanah, kemudian peta bidangnya sekitar 9.000 hektare. Program ini dilaksanakan di 39 desa,” ujar Kepala Subbagian TU Kantor Pertanahan Kabupaten Blora (ATR/BPN), Elvyn Bina Eka Kusuma, , Sabtu (25/07).
Elvyn menyebut BPN juga melakukan pemetaan bidang tanah seluas sekitar 9.000 hektare, yang tersebar di 39 desa yang ada di empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Ngawen, Randublatung, Sambong, dan Todanan.
“Saat ini kegiatan yang tengah berjalan dalam program PTSL, masih difokuskan pada pemetaan bidang tanah. Selanjutnya akan dilakukan proses administrasi hingga penerbitan sertifikat,” jelasnya.
Menurut Elvyn, beberapa kendala di lapangan terjadi, termasuk rendahnya animo masyarakat meskipun program PTSL sedang digalakkan untuk kepastian hukum hak tanah.
“Kesulitannya itu animo masyarakat yang belum tinggi untuk melakukan sertifikasi. Mungkin banyak yang perlu kita harus pastikan, mungkin kekhawatiran jadi biaya, dan mungkin belum waktunya,” ungkapnya.
Meski demikian, BPN Blora tetap optimistis target penyelesaian program PTSL tahun 2026 dapat tercapai pada bulan November 2026.
“Kami usahakan insya allah target itu tercapai. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, kami optimistis awal hingga akhir September nanti sekitar 3.200-an sertifikat bisa selesai,” kata Elvyn penuh optimis.
Dia menambahkan, untuk penyediaan patok dapat dilakukan oleh perorangan yang mengikuti program PTSL maupun pihak desa melalui kesepakatan bersama di Musyawarah Desa (Musdes).
Terkait penyediaan patok masuk dalam persiapan program. Patok, kata Elvyn, harus sesuai dengan aturan, yaitu terbuat dari bahan permanen dan memiliki tinggi 50 sentimeter
“Bukan dari BPN, kita serahkan kembali ke masyarakat. Pihak desa (panitia) atau pemilik tanah menyediakan patok,” pungkasnya.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Redaksi





























