JEPARA, Lingkarjateng.id – Lelang karya ukir seniman Kabupaten Jepara di Gallery Waloeyoe Hadi, Bapangan tembus Rp90 juta.
Acara lelang ukir tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Zamroni Lestiaza, Ketua HIMKI Jepara Hendra Sasmita, Ketua Kadin, Ketua APKJ, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng Meisara cahyati, seniman senior Jepara Suhandono Hadi, Kurator seni Kus Indarto dari Yogyakarta, serta owner gallery, Naryo.
Adapun karya yang berhasil dilelang dalam kegiatan Lelang unyuk Amal tersebut, di antaranya karya dengan judul Niat Bagus Rp1 juta, New Hope Rp500 ribu, Sangkar Brathayuda Rp28 juta, Wave Rp800 ribu, Burung Liar yang Bebas Rp4,6 juta, Putri Malu Rp500 ribu, Kasih Sayang Ibu Kepada Anak Rp5 juta, dan Perang Jawa Rp50 juta.
Ketua Panitia Penyelenggara, Sutrisno, mengatakan bahwa hasil dari lelang penjualan karya nantinya diberikan sebagai santunan anak yatim dan untuk para seniman ukir.
“Acara lelang karya seniman ukir Jepara ini berawal dari diskusi kecil kami dengan pihak BI yang pada saat itu memberikan fasilitas stand di Paragon mall Semarang, dalam acara ‘Jateng Gayeng”, kata Sutrisno, Kamis, 31 Juli 2025.
Sutrisno menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu upaya menjaga seni ukir di Jepara untuk terus eksis, serta untuk menggugah para pengukir Jepara untuk terus berkarya.
“Biasanya para seniman ukir di Jepara ini bisa membuat karya namun mereka susah untuk menjualnya. Akhirnya kami berinisiasi untuk membuat acara lelang karya pengukir Jepara,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, menyebut bahwa lelang karya pengukir Jepara merupakan tonggak sejarah lelang ukiran terbuka untuk umum yang diselenggarakan secara resmi.
“Padahal lelang furnitur antik di Indonesia baru saja dibuka dan ini di Jepara dilakukan hal serupa,” ujar Zamroni.
Pihaknya berharap, dengan dimulainya lelang barang karya pengukir Jepara, ke depannya bisa berkembang seperti Balai lelang internasional Christie’s yang tetap eksis sejak tahun 1766 lanjutnya. Menurutnya, Jepara mempunyai syarat untuk ke arah sana melalui kualitas karya, sejarah serta budayanya.
“Syarat tersebut sebagai upaya untuk mendorong ukiran sebagai warisan budaya tak benda yang diakui dunia jadi bukan hanya sekedar klaim,” terangnya.
Seperti diketahui, karya-karya seniman ukir Jepara banyak yang dikoleksi oleh para kolektor. Seperti sebuah relief kecil dengan tema ‘Perang Jawa’ karya Suhartono tembus dengan harga Rp50 juta yang dibeli oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, atau ukiran ‘Kepiting’ karya Suroso.
“Pemkab Jepara juga mensuport penuh kebangkitan seni ukir Jepara dan akan menggelar pameran tunggal ukir khusus karya pengukir dari Jepara. Tidak main-main kami akan menggelar pameran tersebut di Gallery Nasional Jakarta,” pungkas Zamroni.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa































