Blora (lingkarjateng.id) – Sebanyak 55 gerai Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blora ikut peresmian secara nasional. Namun, gerai tersebut kosong dan belum berani melakukan aktivitas penjualan terhadap produk yang dipasang oleh PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Salah satu gerai Koperasi Merah Putih, yaitu KDMP Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Blora, yang menampilkan produk pada rak bagian depan, sementara bagian rak bagian belakang masih kosong.
Dari pantauan di lokasi, produk-produk yang ditampilkan didominasi produk pabrikan bermerek, yaitu air mineral, minuman rasa-rasa berbotol, mie instan, kecap/saos, sabun mandi, pasta gigi, hingga sabun cuci piring.
Tak hanya produk pabrikan bermerek, tampak juga produk bersubsidi, yaitu beras SPHP, minyak goreng dari Minyakita, dan LPG 3 Kilogram/LPG melon. Sementara produk lokal, hanya satu, yaitu beras asli desa Purwosari yang justru diletakkan dibawah beras SPHP.
Asisten Manager Koperasi merah putih di Desa Purwosari, Siti Mutmainnah, mengatakan saat ini belum beroperasi untuk penjualan produk dari Agrinas. Namun, produk-produk yang sebelumnya sudah dilakukan pembelian atau produk diluar dari PT Agrinas sudah dilayani.
“Sudah ada barang yang dibeli, karena kami sebelumnya sudah punya barang dagangan. sebelum ada (gerai) koperasi ini kami sudah punya barang dagangan, sudah bisa dibeli. tapi barang yang dari agrinas belum dilayani, karena aplikasi belum berjalan,” terang Siti, Senin (18/05/2026).
Dikatakan, saat ini pihaknya masih menunggu instruksi PT Agrinas dalam penjualan produk yang telah sampai di gerai KDMP Purwosari. Sehingga belum ada jadwal pasti untuk operasional penjualan produk.
Sembari menunggu, pihaknya melakukan penataan barang, pengecekan tanggal kadaluarsa hingga persiapan rekrutmen anggota koperasi untuk masyarakat setempat.
“Kita menunggu arahan dari agrinas, (sampai saat ini, setelah peresmian) belum ada arahan dari agrinas,” ujarnya.
Disisi lain, Siti mengatakan pihaknya bersama satu orang asisten manager lainnya, telah mengikuti pembekalan dari PT Agrinas selama 2 hari di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Namun untuk kesiapan operasional gerai, telah menyiapkan enam orang, dengan rincian dua orang asisten manager, dua orang kasir dan dua orang pramuniaga.
“(Pelatihan) Dimulai Penataan barang, cara kami menjadi kasir, jadi pramuniaga, terus penataan digudang seperti apa, cara melayani pembeli,” ungkapnya.
Ditambahkan, saat ini sarana prasarana di gerai Koperasi Merah Putih Desa Purwosari, sudah cukup memadai. Dari rak-rak produk, mesin kasir, komputer, printer, hingga meja kursi. “Peralatan sudah komplit, yang belum ada CCTV,” sambungnya.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian































