Salatiga (lingkarjateng.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga mendorong penguatan budaya literasi sebagai salah satu upaya membangun masyarakat yang lebih kritis, terbuka, dan mampu menghargai keberagaman.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian yakni literasi toleransi sebagai upaya untuk mencegah munculnya konflik sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Anggota Komisi A DPRD Kota Salatiga, Agus Warsito mengatakan, pembahasan Pansus Pengembangan Budaya Literasi telah selesai dan saat ini tinggal menunggu hasil evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah sebelum selanjutnya ditetapkan melalui rapat paripurna.
“Pansus Pengembangan Budaya Literasi sudah selesai, tinggal menunggu evaluasi dari gubernur, kemudian nanti diparipurnakan,” kata Agus, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Agus, pengembangan budaya literasi tidak hanya sebatas meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Literasi memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari literasi baca tulis, literasi digital, literasi budaya, literasi kewargaan, hingga literasi toleransi.
Ia menjelaskan, literasi toleransi menjadi bagian penting bagi Kota Salatiga yang memiliki keberagaman masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Literasi toleransi adalah pemahaman dan kemampuan kritis untuk menghargai serta menghormati segala bentuk perbedaan, baik suku, agama, ras, maupun budaya yang ada di tengah masyarakat,” jelasnya.
Agus menilai, apabila nilai toleransi telah menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, maka potensi terjadinya persoalan sosial dapat ditekan. Masyarakat akan lebih mampu memahami perbedaan dan menyelesaikan persoalan secara dewasa.
“Kalau toleransi sudah menjadi budaya, tentunya tidak akan ada kasus sosial seperti tawuran atau konflik yang muncul karena perbedaan,” ujarnya.
Dia berharap penguatan budaya literasi nantinya tidak hanya dilakukan melalui lembaga pendidikan, tetapi juga melibatkan keluarga, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana masyarakat memiliki wawasan luas, memahami keberagaman, dan mampu menjaga kehidupan yang harmonis,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Redaksi






























