BLORA, Lingkarjateng.id – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora buka suara terkait adanya bantuan presiden (Banpres) yang menyasar delapan satuan pendidikan di wilayah ini.
Kepala Bidang Pemerintahan Dan Pembangunan Manusia, Bapperida Blora, Ganis Cahyo Utomo, menyatakan bahwa Bapperida tidak terlibat dalam pelaksanaan Banpres tersebut.
Ia mengatakan semenjak Dana Alokasi Khusus (DAK) dihilangkan pihaknya tidak terlibat dalam perencanaan rehabilitasi maupun revitalisasi sekolah negeri di Kabupaten Blora.
“Kalau dulu masih DAK, melalui Bapperida, aplikasinya namanya Krisna. OPD (organisasi perangkat daerah) yang mengusulkan, Bapperida hanya memprioritaskan,” katanya, Rabu, 29 April 2026.
Banpres Pendidikan di Blora Picu Tanda Tanya, Dinas Ngaku Tak Dilibatkan
Menurutnya, Bapperida memang tidak dilibatkan dalam proyek nasional baik program Banpres maupun program Revitalisasi sekolah. Sebab usulan tersebut telah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari masing-masing sekolah.
“Kita hanya terlibat bila menggunakan anggaran APBD Kabupaten Blora,” ungkapnya.
DPRD Blora Soroti Mandeknya Dana Hibah Rp9,5 Miliar untuk Sekolah Swasta
Tak hanya Bapperida, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Bidang Bangunan juga tidak terlibat dalam program tersebut.
Hal tersebut memastikan program bantuan presiden langsung dikerjakan pihak sekolah tanpa melalui koordinasi dengan dinas-dinas/OPD di Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar






























