BLORA, Lingkarjateng.id – Kepolisian Resor (Polres) Blora buka suara terkait kasus hilangnya truk pengangkut pupuk di wilayah Bleboh yang juga disertai dugaan penculikan oknum.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blora, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut dan belum ada kesimpulan terkait keberadaan kendaraan tersebut.
“Masih pendalaman dan koordinasi. Belum ada truknya, masih pendalaman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 28 April 2026.
Ia juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum TNI maupun hasil pertemuan lintas instansi yang sebelumnya digelar di gedung Satreskrim Polres Blora pada 18 April 2026. Termasuk soal tumpukan pupuk yang terlihat di belakang kantor Satreskrim, kepolisian masih memberikan informasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, memberikan klarifikasi melalui Kelompok Kerja Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Blora.
“Memang ada kabar mengenai pupuk yang berada di Bleboh, tapi setelah kami lakukan pengecekan dan konfirmasi ke Polres, ternyata itu bukan jatah pupuk untuk Blora,” tegasnya.
Menurut Ngaliman, kewenangan KP3 hanya terbatas pada pengawasan distribusi pupuk yang dialokasikan untuk wilayah Kabupaten Blora.
Jika ditemukan pupuk yang berasal dari luar daerah, ia menyebut hal tersebut berada di luar tanggung jawab pengawasan mereka.
Ia juga memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak berdampak langsung terhadap kebutuhan pupuk petani setempat.
“Warga yang bersangkutan sebenarnya tidak ada masalah secara langsung, karena memang mereka sampai saat ini belum menerima jatah pupuk yang seharusnya,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid
































