SEMARANG, Lingkarjateng.id – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas/Hansip) di Kabupaten Semarang selain menjadi pionir, saat ini juga menjadi satu-satunya Satlinmas percontohan yang ada di Indonesia.
Hal itu disampaikan Kasatgas Linmas Kabupaten Semarang sekaligus Kepala Satpol PP dan Damkar (Poldam) Kabupaten Semarang, Anang Sukoco.
Ia mengatakan bahwa sudah banyak Linmas dari berbagai daerah di Indonesia yang datang ke Kabupaten Semarang untuk menimba ilmu dari Satlinmas di Kabupaten Semarang.
“Mereka rata-rata belajar dari Satlinmas Kabupaten Semarang, yang pertama soal insentif yang didapat Linmas di sini, karena ini pionir di Indonesia. Satu-satunya Satlinmas yang mendapat insentif di Indonesia, mereka belajar soal hal tersebut. Lalu Linmas Kabupaten Semarang ini juga ada tugas tambahan, yang juga diburu ilmunya oleh Linmas yang ada di wilayah lain di Indonesia,” ungkap Anang pada Kamis, 23 November 2023 saat acara Pembinaan dan Lomba PBB Antar Kecamatan Se-Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2023 di Gedung Serbaguna Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Pihaknya menerangkan, kaitannya dengan tugas terbaru yang diemban Satlinmas Kabupaten Semarang adalah membantu kepala desa dalam rangka penegakkan Perdes, selain tugas-tugas lainnya dalam menjaga kamtibmas di masyarakat langsung.
“Itu tugas pokok Linmas saat ini dan salah satunya juga dilakukan Linmas di Kabupaten Semarang. Namun kebanyakan, studi banding yang dilakukan wilayah lain ke Linmas kita satu belajar soal insentif dan belajar keaktifan Linmas di Kabupaten Semarang,” paparnya.
Hal tersebut, lanjut Anang, tentu tak lepas dari faktor pembinaan yang selama ini dilakukan Pemkab Semarang kepada Satlinmas di wilayah Kabupaten Semarang.
“Pembinaan dan pelatihan yang intens yang harus dilakukan untuk memajukan Satlinmas kita ini, salah satunya adalah pemberian insentif yang mana Bupati Semarang memberikannya kepada per anggota Satlinmas Kabupaten Semarang setahun sekali dengan besar nominal Rp 500 ribu per anggota,” sebutnya.
Pemberian insentif tersebut dijelaskannya merupakan penyemangat bagi anggota Satlinmas, dan juga sebagai wujud ungkapan terima kasih dari Pemkab Semarang atas dedikasi yang tinggi dari anggota Linmas di wilayah itu.
“Kalau Rp 500 ribu dikalikan seluruh anggota Satlinmas di Kabupaten Semarang yang jumlahnya mencapai 7.780 orang ini tentu ada sekitar Rp 3.890 milliar anggaran yang Pemkab Semarang keluarkan setiap setahun sekali untuk insentif Linmas ini. Dan inilah yang membuat Linmas kita semangat, selain jadi pionir di Indonesia juga memicu mereka lebih semangat lagi untuk memberikan pelayanan ke masyarakat, dan hal itulah yang selalu menjadi materi utama dalam studi banding,” jelas Anang.
Sampai saat ini, ungkap Anang, sudah ada 30 kabupaten dan kota di Indonesia, serta satu DPRD dari Tulung Agung yang sudah melakukan studi banding di Satlinmas Kabupaten Semarang itu.
Selain pembinaan baik ditingkat kecamatan dan desa, para anggota Satlinmas tersebut juga digembleng hal-hal lain untuk semakin memajukan dan mensolidkan Linmas di Kabupaten Semarang.
“Selain pembinaan, ada lomba devile, lomba PBB, dan ada juga kami berikan piagam penghargaan untuk anggota Satlinmas yang sudah 10 tahun menjadi anggota Linmas dari Bupati Semarang, dan juga banyak kegiatan lainnya yang dapat semakin meningkatkan performa para Linmas di Kabupaten Semarang ini,” ujarnya.
Terbaru, ungkap Anang, performa yang baik dari Satlinmas Kabupaten Semarang itu juga disiapkan dalam rangka menyambut Pemilu 2024 dan Pilkada yang sebentar lagi akan bergulir.
“Apalagi akan ada Pilkada dan Pemilu 2024, tentu Linmas ini kami siapkan performanya, dengan berbagai kegiatan tadi, agar saat menjaga di TPS dimana nanti satu TPS ada dua anggota Linmas yang jaga, lalu ada di desa-desa, dan lainnya mereka ini nanti diharapkan bisa maksimal dalam menjalankan tugasnya saat penjagaan Pemilu dan Pilkada. Oleh sebab itu pembinaan dan berbagai kegiatan terus kami dorong ke anggota Linmas ini,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)






























