Blora (lingkarjateng.id) – PT BPR BKK Blora (Perseroda), mencatat kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD), melalui setoran dividen kepada Pemerintah Kabupaten Blora sebesar Rp4,4 miliar pada tahun 2025.
Direktur Utama PT BPR BKK Blora (Perseroda), Puguh Haryono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan investasi Pemerintah Kabupaten Blora di sektor perbankan daerah berjalan sangat baik dan memberikan keuntungan tinggi.
“Dividen yang kami setorkan sangat luar biasa. Contoh, Pemkab Blora mempunyai modal di BPR BKK Blora sekitar Rp12 miliar lebih. Tetapi yang diterima Rp4,4 miliar. Angka yang sangat luar biasa,” ujar Puguh Haryono, Jumat (15/05/2026).
Menurutnya, tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Blora mencapai sekitar 32 persen. “Jadi, dana yang diinvestasikan itu mencapai 32 persen,” tuturnya.
Selain berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), BPR BKK Blora juga mencatat pertumbuhan kinerja yang positif dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan raihan berbagai penghargaan dari lembaga eksternal sepanjang 2025 hingga 2026.
“Kami tidak punya rencana dari awal bahwa kami mendapatkan penghargaan. Tetapi dari tahun 2025 sampai 2026 kami selalu mendapatkan penghargaan dari pihak ketiga, di mana kami menorehkan kinerja yang sangat bagus,” jelasnya.
Puguh menambahkan, kondisi kesehatan perusahaan saat ini berada dalam kategori sangat baik. Ia juga memastikan dana masyarakat yang disimpan di BPR BKK Blora aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Dari tingkat kesehatan, kami sangat-sangat sehat. Dan uang nasabah insyaallah di BPR BKK Blora aman karena kami dijamin oleh LPS,” imbuh Puguh.
Hingga April 2026, total aset BPR BKK Blora tercatat mencapai sekitar Rp540 miliar. Perseroan menargetkan nilai aset meningkat menjadi Rp560 miliar pada akhir tahun 2026.
“Jumlah aset kami sekitar Rp540 miliar untuk posisi April ini. Dan kami berkembang, berkomitmen bahwa di tahun 2026 akan selalu meningkat,” tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan laporan publikasi triwulanan hingga 31 Desember 2025, PT BPR BKK Blora (Perseroda) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp21,8 miliar.
Dari sisi permodalan, total ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp70,91 miliar hingga akhir Desember 2025, meningkat dibandingkan posisi Desember 2024 yang sebesar Rp65,18 miliar.
Adapun total liabilitas atau kewajiban bank tercatat sebesar Rp453,46 miliar. Komponen terbesar berasal dari dana masyarakat, yakni tabungan sebesar Rp317,70 miliar dan deposito sebesar Rp119,30 miliar.
Sementara dari sisi penyaluran dana, total aset produktif BPR BKK Blora mencapai Rp540,58 miliar. Rinciannya meliputi penempatan dana pada bank lain sebesar Rp103,49 miliar serta kredit yang diberikan kepada pihak nonbank sebesar Rp433,91 miliar. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian





























