KENDAL, Lingkarjateng.id – Kasdi (72), petani lanjut usia (lansia) asal Desa Kumpulrejo RT 002/RW 003, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Bodri, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa, 12 Mei 2026.
Korban ditemukan Tim SAR gabungan di area pancang arus Sungai Bodri, sekitar satu kilometer dari titik awal korban diduga hanyut. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD dr H Soewondo Kendal untuk pemeriksaan medis.
Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 09.45 WIB di aliran Sungai Bodri wilayah Desa Magersari, Kecamatan Patebon, setelah proses pencarian selama tiga hari.
“Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk dilakukan pemeriksaan medis,” terang Iptu Deni.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansyah, menjelaskan korban pertama kali dilaporkan hilang pada Minggu, 10 Mei 2026. Saat itu korban pergi ke kebun yang berada di tepi Sungai Bodri sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, hingga siang hari korban tidak kunjung pulang ke rumah. Keluarga kemudian berupaya mencari korban di sekitar kebun dan bantaran sungai, tetapi tidak membuahkan hasil.
Huda mengatakan di lokasi ditemukan bibit tanaman serta sabit milik korban. Warga bersama keluarga kemudian sempat melakukan pencarian sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan diteruskan ke instansi terkait.
Huda menjelaskan, operasi pencarian pada hari ketiga dilakukan dengan penyisiran sungai menggunakan perahu rafting milik Baznas dari lokasi kejadian menuju TPI Pilangsari.
Selain itu, dua Rescue Boat BPBD Kendal dan satu Rescue Boat Basarnas turut melakukan penyisiran dari wilayah Tanggulmalang hingga Muara Bodri, disertai pemantauan melalui jalur darat.
“Operasi SAR memasuki hari ketiga pada Selasa pagi dengan melibatkan penyisiran sungai menggunakan perahu rafting Baznas dari lokasi kejadian menuju TPI Pilangsari. Selain itu, dua Rescue Boat BPBD Kendal dan satu Rescue Boat Basarnas melakukan penyisiran dari Tanggulmalang hingga Muara Bodri, disertai pemantauan darat,” jelas Huda.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid
































