DEMAK, Lingkarjateng.id – Tradisi pisowanan antara jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak dengan Kasepuhan Kadilangu hingga kini masih terus dilestarikan.
Bupati Demak, Eisti’anah, bersama jajaran melakukan kunjungan atau sowan ke Kasepuhan Kadilangu pada Selasa, 5 Mei 2026. Kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon doa restu kepada para sesepuh menjelang perayaan Grebeg Besar Demak tahun 2026.
Bupati Eisti’anah mengatakan bahwa pisowanan merupakan tradisi turun-temurun yang sarat makna spiritual dan budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha serta perayaan Grebeg Besar.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Demak berkunjung atau sowan ke Kasepuhan Kadilangu. Ini menjadi tradisi dari tahun ke tahun sebagai simbol izin sekaligus memohon doa restu kepada para sesepuh di Kadilangu untuk pelaksanaan Grebeg Besar,” ujar Bupati Eisti’anah.
Eisti’anah juga mengatakan, dalam pelaksanaan Grebeg Besar tahun ini juga akan menghadirkan inovasi baru. Meski demikian, nilai-nilai tradisi dan pakem yang diwariskan para leluhur tetap dijaga.
“Pada prinsipnya, pakem-pakem yang sudah menjadi tradisi dari para leluhur tetap kita laksanakan, meskipun ada beberapa inovasi baru,” imbuhnya.
Sementara itu, Sesepuh Kadilangu, Raden Muhammad Cahyo Iman Santoso, menjelaskan bahwa tradisi pisowanan telah berlangsung sejak masa lampau dan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Demak.
“Pisowanan ini sudah ada sejak dulu. Dulu Sultan Fatah mendatangi tempat eyang Sunan Kalijaga. Tradisi ini kemudian dilanjutkan dan dilestarikan hingga sekarang,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam rangkaian Grebeg Besar, puncak kegiatan ditandai dengan prosesi penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi.
Usai jajaran pemerintah melakukan pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu, nantinya, pihak Kasepuhan juga akan melakukan pisowanan balasan ke Pemerintah Kabupaten Demak sebagai bentuk menjaga silaturahmi yang telah terjalin sejak lama.
“Setelah pemerintah daerah melakukan pisowanan, kami juga akan melakukan kunjungan balasan agar hubungan silaturahmi antara kasepuhan dan pemerintah tetap terjaga,” pungkasnya.
Tradisi pisowanan menjadi bagian penting dalam rangkaian Grebeg Besar Demak yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan pihak kasepuhan.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid






























